PENDAHULUAN
I.
JUDUL KEGIATAN
Indokator Larutan Asam-Basa
II.
WAKTU dan TEMPAT MELAKUKAN PRAKTIKUM
Hari Tanggal : Sabtu, 24 Januari 2015
Waktu : 07.00-08.30
Tempat : Laboratorium kimia SMAN 2 Lamongan
III.
LATAR
BELAKANG
Asam dan basa sudah dikenal sejak
dulu. Istilah asam berasal dari bahasa Latin acetum yang berarti cuka. Istilah basa berasal dari bahasa Arab
yang berarti abu. Basa digunakan dalam pembuatan sabun. Juga sudah lama
diketahui bahwa asam dan basa saling menetralkan. Di alam, asam ditemukan dalam
buah-buahan, misalnya asam nitrat dalam buah jeruk berfungsi untuk member rasa
limun yang tajam. Cuka mengandung asam asetat, dan asam tanak dari kulit pohon
digunakan untuk menyamak kulit. Asam mineral yang lebuh kuat telah dibuat sejak
adab pertengahan. Salah satunya adalah aqua
forti (asam nitrat) yang digunakan oleh para peneliiti untuk memisahkan
emas dan perak. Suatu larutan dapat diketahui sifat asam atau basanya dengan
menggunakan indikator asam-basa, yaitu zat yang mempunyai warna berbeda dalam
larutan asam dan larutan basa. Salah satu contohnya adalah kertas lakmus.
Indikator adalah suatu senyawa yang
dapat memberikan warna berbeda dalam suasana yang berbeda, misalnya lakmus yang
dalam suasana asam berwarna merah sedangkan dalam suasana basa berwarna biru.
Di sekitar kita, terdapat beberapa zat
warna alami yang dapat digunakan sebagai indikator, seperti kunyit, ekstrak
daun mahkota bunga berwarna, dengan syarat dapat mengalami perubahan warna
dalam suasana yang berbeda.
Dengan indikator, kita dapat
menentukan suatu larutan bersifat asam, basa, atau netral. Dengan indikator
universal kita dapat menentukan pH suatu larutan. Indikator universal adalah
campuran dari beberapa macam indikator yang telah distandarisasi warnanya pada
pH 0-14. Oleh karena itu, dengan mencocokkan warna indikator universal dalam
suatu larutan dengan warna standart, kita dapat memperkirakan pH larutan
tersebut.
Di laboratorium, terdapat beberapa
indikator misalnya phenolptalien (PP), brom timol biru (BTB), metil merah (MM),
metil jingga (MJ) dengan trayek perubahan tertentu.
Warna indikator berubah secara
gradual. Indikator lakmus berwarna merah dalam larutan yang memiliki pH sampai dengan 5,5 dan berwarna biru dalam
larutan yang memiliki pH lebih dari 8, sedangkan dalam larutan yang pH-nya
antara 5,5-8, warna lakmus adalah kombinasi dari kedua warna tersebut, yaitu
berubah dari merah menjadi ungu kemudian menjadi biru. Batas-batas pH ketika
indikator mengalami perubahan warna, kita sebut dengan trayek perubahan warna
indikator, dan dengan memperhatikan trayek pH perubahan warna indikator
tersebut, kita dapat memperkirakan harga pH suatu larutan.
Sedangkan untuk menentukan besarnya
derajat keasaman/pH larutan asam basa dapat digunakan pH meter atau dapat juga
dengan indikator asam-basa yang lain seperti larutan indikator contohnya metil
jingga, metil merah, bromtimol biru, dan fenolptalein serta dapat juga
menggunakan indikator universal. Perubahan warna indikator pada pH tertentu
disebut trayek pH atau jarak pH. Namun indikator tersebut hanya dapat
dipergunakan di laboratorium saja bahkan seperti pH meter sangat jarang
digunakan karena harganya yang tidak terjangkau.
PRAKTIKUMPERKIRAAN ASAM-BASA
1. Tabung reaksi 16 buah
2. Rak tabung reaksi 3
buah

3.
Pipet tetes 5 buah

II.
BAHAN
1. Larutan
A

2. Larutan B

3. Larutan C

4. Larutan D

5. Air sumur

6. Air sungai

III.
INDIKATOR
1.
Kertas Lakmus Biru
2.
Kertas Lakmus Merah

3.
Larutan MJ, MM, BTB, PP

IV.
CARA KERJA
1)
Menyiapkan alat dan bahan.

2)
Mengambil kertas lakmus merah dan biru lalu
ditetesi dengan larutan A, B, C, D, air sumur, air sungai

3)
Mengamati perubahan warna kertas
lakmus.

4)
Mengisi empat tabung dengan 3 ml
larutan A. Demikian pula larutan lainnya masing-masing 3 ml dalam empat tabung.

5)
Menambah satu tetes larutan indikator
berikut pada :
a.
Tabung 1 dengan Metil Jingga

b.
Tabung 2 dengan Metil Merah

c.
Tabung 3 dengan Brom Timol Biru

d.
Tabung 4 dengan Phenolphatelin

6)
Mencatat perubahan yang terjadi pada
tabel pengamatan

V.
PENGAMATAN
a. Dengan kertas
lakmus
|
No.
|
Larutan
|
Lakmus Merah
|
Lakmus Biru
|
Perkiraan pH
|
|
1.
2.
3.
4.
5.
6.
|
A
B
C
D
Air sumur
Air sungai
|
Merah
Merah
Biru tua
Biru tua
Ungu
Ungu
|
Merah muda
Merah muda
Biru muda
Biru muda
Ungu muda
Ungu muda
|
5,5
5,5
8,0
8,0
6,8
6,8
|
b. Dengan larutan
indikator
|
No.
|
Larutan
|
MJ
|
MM
|
BTB
|
PP
|
Perkiraan PH
|
|
|
1.
2.
3.
4.
5.
6.
|
A
B
C
D
Air sumur
Ait sungai
|
Warna
Nilai pH
Warna
Nilai pH
Warna
Nilai pH
Warna
Nilai pH
Warna
Nilai pH
Warna
Nilai pH
|
Merah
3,1
Merah
3,1
Oren
4,4 Oren
4,4 Oren
4,4 Oren
4,4
|
Pink
4,5
Pink
4,5
Kuning
6,3 Kuning
6,3 Kuning
6,3 Kuning
6,3
|
Kuning
6,0 Kuning
6,0
Biru
7,6
Biru
7,6
Biru
7,6
Biru
7,6
|
Bening
8,3 Bening
8,3
Ungu
9,5
Ungu
9,5
Bening
8,3 Bening
8,3
|
3,1-8,3
3,1-8,3
4,4-9,5
4,4-9,5
4,4-8,3
4,4-8,3
|
VI.
KESIMPULAN
pH suatu larutan dapat diperkirakan dengan menambahkan indikator asam basa
ke dalamnya, sehingga dapat diperkirakan sesuai dengan pH perubahan warna
indikator tersebut.
Dari keempat garam yang telah diuji, dan setelah disesuaikan dengan pH perubahan
warna pada indikator, diperoleh perkiraan pH masing-masing:
o pH larutan A : 3,1-8,3
o pH larutan B : 3,1-8,3
o pH larutan C : 4,4-9,5
o pH larutan D : 4,4-9,5
o pH air sungai : 4,4-8,3
opH air sumur : 4,4-8,3
Pergeseran kesetimbangan tidak selalu terjadi pada reaksi penambahan
ataupun pengurangan asam dan basa pada indikator, yang disebabkan oleh tidak
samanya konsentrasi ion HIn dengan In- atau konsentrasi ion In-
selalu lebih tinggi daripada ion HIn sehingga kesetimbangan selalu bergeser ke
kiri yang berarti indikator akan selalu menunjukkan warna awal (tidak berubah
warna)
VII.
HASIL DISKUSI
1. Berapa
perkiraan pH larutan A,B,C,D, air sungai, air sumur yang anda periksa?
Perkiraan nilai pH larutan
o pH larutan A : 3,1-8,3
o pH larutan B : 3,1-8,3
o pH larutan C : 4,4-9,5
o pH larutan D : 4,4-9,5
o pH air sungai :
4,4-8,3
opH air sumur :
4,4-8,3
2. Bagaimana hasil
pengamatan dengan kertas lakmus manakah sebenarnya indikator yang tidak perlu anda
gunakan lebih lanjut untuk memeriksa larutan A,B,C,D, air sungai, air sumur?
Jelaskan!
Indikator yang tidak perlu digunakan
lebih lanjut adalah kertas lakmus karena tidak menunjukkan nilai pH secara
spesifik.
VIII. KETERANGAN
GAMBAR :
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
LAMPIRAN – LAMPIRAN
|
|
Gambarnya kok gabisa..??
BalasHapus