Minggu, 26 Juni 2016

Laporan Kimia Indikator Buatan Asam-Basa



PENDAHULUAN
I.            JUDUL KEGIATAN
Indokator Larutan Asam-Basa

II.            WAKTU dan TEMPAT MELAKUKAN PRAKTIKUM
Hari Tanggal : Sabtu, 24 Januari 2015
Waktu : 07.00-08.30
Tempat : Laboratorium kimia SMAN 2 Lamongan

III.            LATAR BELAKANG
Asam dan basa sudah dikenal sejak dulu. Istilah asam berasal dari bahasa Latin acetum yang berarti cuka. Istilah basa berasal dari bahasa Arab yang berarti abu. Basa digunakan dalam pembuatan sabun. Juga sudah lama diketahui bahwa asam dan basa saling menetralkan. Di alam, asam ditemukan dalam buah-buahan, misalnya asam nitrat dalam buah jeruk berfungsi untuk member rasa limun yang tajam. Cuka mengandung asam asetat, dan asam tanak dari kulit pohon digunakan untuk menyamak kulit. Asam mineral yang lebuh kuat telah dibuat sejak adab pertengahan. Salah satunya adalah aqua forti (asam nitrat) yang digunakan oleh para peneliiti untuk memisahkan emas dan perak. Suatu larutan dapat diketahui sifat asam atau basanya dengan menggunakan indikator asam-basa, yaitu zat yang mempunyai warna berbeda dalam larutan asam dan larutan basa. Salah satu contohnya adalah kertas lakmus.
Indikator adalah suatu senyawa yang dapat memberikan warna berbeda dalam suasana yang berbeda, misalnya lakmus yang dalam suasana asam berwarna merah sedangkan dalam suasana basa berwarna biru.
Di sekitar kita, terdapat beberapa zat warna alami yang dapat digunakan sebagai indikator, seperti kunyit, ekstrak daun mahkota bunga berwarna, dengan syarat dapat mengalami perubahan warna dalam suasana yang berbeda.
Dengan indikator, kita dapat menentukan suatu larutan bersifat asam, basa, atau netral. Dengan indikator universal kita dapat menentukan pH suatu larutan. Indikator universal adalah campuran dari beberapa macam indikator yang telah distandarisasi warnanya pada pH 0-14. Oleh karena itu, dengan mencocokkan warna indikator universal dalam suatu larutan dengan warna standart, kita dapat memperkirakan pH larutan tersebut.
Di laboratorium, terdapat beberapa indikator misalnya phenolptalien (PP), brom timol biru (BTB), metil merah (MM), metil jingga (MJ) dengan trayek perubahan tertentu.
Warna indikator berubah secara gradual. Indikator lakmus berwarna merah dalam larutan yang memiliki  pH sampai dengan 5,5 dan berwarna biru dalam larutan yang memiliki pH lebih dari 8, sedangkan dalam larutan yang pH-nya antara 5,5-8, warna lakmus adalah kombinasi dari kedua warna tersebut, yaitu berubah dari merah menjadi ungu kemudian menjadi biru. Batas-batas pH ketika indikator mengalami perubahan warna, kita sebut dengan trayek perubahan warna indikator, dan dengan memperhatikan trayek pH perubahan warna indikator tersebut, kita dapat memperkirakan harga pH suatu larutan.
Sedangkan untuk menentukan besarnya derajat keasaman/pH larutan asam basa dapat digunakan pH meter atau dapat juga dengan indikator asam-basa yang lain seperti larutan indikator contohnya metil jingga, metil merah, bromtimol biru, dan fenolptalein serta dapat juga menggunakan indikator universal. Perubahan warna indikator pada pH tertentu disebut trayek pH atau jarak pH. Namun indikator tersebut hanya dapat dipergunakan di laboratorium saja bahkan seperti pH meter sangat jarang digunakan karena harganya yang tidak terjangkau.

PRAKTIKUMPERKIRAAN ASAM-BASA

I.          ALAT
1.      Tabung reaksi                                                  16 buah
2.      Rak tabung reaksi                                           3 buah
IMG_20150124_073702.jpg
3.      Pipet tetes                                                       5 buah
IMG_20150124_073720.jpg
II.          BAHAN
1.      Larutan A
IMG_20150124_075532.jpg
2.      Larutan B

IMG_20150124_074441.jpg
3.      Larutan C
IMG_20150124_074446.jpg
4.      Larutan D
IMG_20150124_074450.jpg
5.      Air sumur
IMG_20150124_071733.jpg
6.      Air sungai
IMG_20150124_071714.jpg
III.          INDIKATOR
1.      Kertas Lakmus Biru
2.      Kertas Lakmus Merah
SAM_3672.JPG
3.      Larutan MJ, MM, BTB, PP
IMG_20150124_074222.jpg







IV.          CARA KERJA
1)                     Menyiapkan alat dan bahan.
IMG_20150124_081850.jpg
2)             Mengambil kertas lakmus merah dan biru lalu ditetesi dengan larutan A, B, C, D, air sumur, air sungai
IMG_20150124_075442.jpg
3)                     Mengamati perubahan warna kertas lakmus.
IMG_20150124_080928.jpg

4)                     Mengisi empat tabung dengan 3 ml larutan A. Demikian pula larutan lainnya masing-masing 3 ml dalam empat tabung.
IMG_20150124_080402.jpg
5)                     Menambah satu tetes larutan indikator berikut pada :
a.       Tabung 1 dengan Metil Jingga
IMG_20150124_074916.jpg
b.      Tabung 2 dengan Metil Merah
IMG_20150124_074928.jpg
c.       Tabung 3 dengan Brom Timol Biru
IMG_20150124_074952.jpg
d.      Tabung 4 dengan Phenolphatelin
IMG_20150124_074222.jpg
6)                     Mencatat perubahan yang terjadi pada tabel pengamatan
IMG_20150124_080048.jpg
    V.            PENGAMATAN 
a.       Dengan kertas lakmus
No.
Larutan
Lakmus Merah
Lakmus Biru
Perkiraan pH
1.
2.
3.
4.
5.
6.
A
B
C
D
Air sumur
Air sungai
Merah
Merah
Biru tua
Biru tua
Ungu
Ungu
Merah muda
Merah muda
Biru muda
Biru muda
Ungu muda
Ungu muda
5,5
5,5
8,0
8,0
6,8
6,8
b.      Dengan larutan indikator
No.
Larutan
MJ
MM
BTB
PP
Perkiraan PH
1.

2.

3.

4.

5.

6.

A

B

C

D

Air sumur

Ait sungai
Warna
Nilai pH Warna
Nilai pH Warna
Nilai pH Warna
Nilai pH Warna
Nilai pH Warna
Nilai pH
Merah
3,1
Merah
3,1
Oren
4,4 Oren
4,4 Oren
4,4 Oren
4,4
Pink
4,5
Pink
4,5
Kuning
6,3 Kuning
6,3 Kuning
6,3 Kuning
6,3
Kuning
6,0 Kuning
6,0
Biru
7,6
Biru
7,6
Biru
7,6
Biru
7,6
Bening
8,3 Bening
8,3
Ungu
9,5
Ungu
9,5
Bening
8,3 Bening
8,3

3,1-8,3

3,1-8,3

4,4-9,5

4,4-9,5

4,4-8,3

4,4-8,3














 VI.            KESIMPULAN
pH suatu larutan dapat diperkirakan dengan menambahkan indikator asam basa ke dalamnya, sehingga dapat diperkirakan sesuai dengan pH perubahan warna indikator tersebut.
Dari keempat garam yang telah diuji, dan setelah disesuaikan dengan pH perubahan warna pada indikator, diperoleh perkiraan pH masing-masing:
o   pH larutan A    :           3,1-8,3
o   pH larutan B    :           3,1-8,3
o   pH larutan C    :           4,4-9,5
o   pH larutan D    :           4,4-9,5
o pH air sungai    :          4,4-8,3
opH air sumur   :          4,4-8,3
Pergeseran kesetimbangan tidak selalu terjadi pada reaksi penambahan ataupun pengurangan asam dan basa pada indikator, yang disebabkan oleh tidak samanya konsentrasi ion HIn dengan In- atau konsentrasi ion In- selalu lebih tinggi daripada ion HIn sehingga kesetimbangan selalu bergeser ke kiri yang berarti indikator akan selalu menunjukkan warna awal (tidak berubah warna)
VII.            HASIL DISKUSI
1.      Berapa perkiraan pH larutan A,B,C,D, air sungai, air sumur yang anda periksa?
Perkiraan nilai pH larutan
o   pH larutan A           :           3,1-8,3
o   pH larutan B           :           3,1-8,3
o   pH larutan C           :           4,4-9,5
o   pH larutan D           :           4,4-9,5
o pH air sungai    :          4,4-8,3
opH air sumur   :          4,4-8,3
2.      Bagaimana hasil pengamatan dengan kertas lakmus manakah sebenarnya indikator yang tidak perlu anda gunakan lebih lanjut untuk memeriksa larutan A,B,C,D, air sungai, air sumur? Jelaskan!
Indikator yang tidak perlu digunakan lebih lanjut adalah kertas lakmus karena tidak menunjukkan nilai pH secara spesifik.
VIII.  KETERANGAN GAMBAR :
Perubahan Warna pada lakmusbiru diletakkan di berbagai larutan.
 


MM

 
BTB

 
PP

 
MJ

 
Perubahan Warna pada larutan A (depan) dan B (belakang) ditetesi berbagai larutan.

 





Perubahan Warna pada larutan C ditetesi berbagai larutan.

 
BTB

 
PP

 
MJ

 
MM

 



Perubahan Warna pada larutan D karena diletakkan di berbagai larutan.

 
MM

 
BTB

 
MJ

 
PP

 



Perubahan Warna pada larutan Air sumur (kiri) dan air sungai (kanan) setelah ditetesi berbagai larutan.

 

LAMPIRAN – LAMPIRAN
Para peneliti perkiraan pH pada beberapa larutan

 

Hasil PraktiumHasil Praktikum
 

1 komentar: