Sabtu, 25 Juni 2016

Laporan Biologi Jaringan



LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI JARINGAN PADA TUMBUHAN MONOKOTIL DAN DIKOTIL



XI MIA 1
PEMBIMBING              : WIWIK QOMARIYAH, S. Pd
NAMA KELOMPOK 5 :1. ANIS FAIZAH                   (05)
2.  INDAH DESI NAWAWI   (14)
3.  URFI NS YOGABAMA    (34)
4.  TUTUT ALAWIYAH        (39)

TP. 2014/2015
SMA NEGERI 2 LAMONGAN


KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya serta karunianya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan praktikum biologi ini dengan baik dan tanpa halangan.
Laporan praktikum kimia ini berisi tentang jaringan pada tumbuhan monokotil dan dikotil yang dilaksanakan oleh kelompok 5 dari kelas XI MIA 1 SMA N 2 Lamongan pada tanggal 03 Oktober 2014 dan 08 Oktober 2014.
Terselesaikannya laporan ini tentu tidak lepas dari bantuan banyak pihak. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada :
1.      Bapak Drs. H. Khuznan M. Z, M. M selaku kepala sekolah SMA N 2 Lamongan yang telah memberi izin untuk mengadakan praktikum ini guna menambah penegtahuan kami dalam bidang biologi.
2.      Ibu Wiwik Qomariyah, S. Pd selaku guru pembimbing yang telah memberikan bimbingan kepada kami, sehingga praktikum dan laporan ini dapat terselesaikan dengan baik
3.      Teman-teman yang telah membantu kami untuk dapat mengerjakan laporan ini dengan baik.
Kami mengharap saran yang membangun dan dapat menjadikan laporan ini jauh lebih baik lagi. Kami mohon maaf sedalam-dalamnya atas kesalahan maupun kekurangan dalam penyusunan laporan ini.

                                                                       
Penulis


DAFTAR ISI

Kata Pengantar                                                  .............................................i
Daftar Isi                                                           .............................................ii
I.            PENDAHULUAN :
1.      Latar Belakang Masalah                     ............................................1
2.      Rumusan Masalah                               .............................................2
3.      Tujuan Pengamatan                             .............................................2
II.         METODE PENGAMATAN :
1.      Tempat dan Waktu Pengamatan         .............................................3
2.      Alat dan Bahan                                   .............................................3
3.      Cara Kerja                                           .............................................5
III.      HASIL PENGAMATAN :
1.      Foto Hasil Pengamatan                       .............................................6
2.      Hasil Diskusi                                       .............................................9
3.      Pertanyaan Praktikum Jaringan           ............................................11
IV.      PEMBAHASAN :
1.      Jaringan pada Tumbuhan                    ............................................14
V.         PENUTUP :
1.      Kesimpulan                                         ............................................20
Daftar Pustaka                                                   ............................................21


BAB I
PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang Masalah
Tumbuhan merupakan organisme eukariotik (memiliki membran inti sel), multiseluler (bersel banyak), memiliki akar, batang dan daun, memiliki dinding sel yang mengandung selulosa dan pada umumnya memiliki klorofil a dan b sehingga dapat melakukan fotosintesis serta dapat menyimpan cadangan makanan.
Berdasarkan ada atau tidaknya pembuluh angkut, tumbuhan dibedakan menjadi dua yaitu tumbuhan tidak berpembuluh meliputi tumbuhan lumut (Bryophyta) dan tumbuhan berpembuluh yang meliputi tumbuhan paku (pteridophyta) dan tumbuhan berbiji (spermatophyta).
Tumbuhan spermatophyta sendiri masih dibedakan lagi menjadi dua berdasarkan letak bakal bijinya yaitu gymnospermae (tumbuhan berbiji terbuka) dan angiospermae (tumbuhan berbiji tertutup).
Tumbuhan berbiji diklasifikasikan menjadi dua kelas besar yang pertama monokotil dan kedua dikotil. Beberapa ciri tumbuhan monokotil (berkeping satu) antara lain berkas vaskuler pada batang bertipe kolateral tertutup, pada umumnya batang dan akar tidak memiliki kambium sehingga tidak terjadi pertumbuhan sekunder dan tidak tumbuh membesar, pada umumnya batang tidak bercabang memiliki rambut halus dan ruas-ruas pada batang tampak jelas, berakar serabut, ujung akar dilindungi oleh koleoriza dan ujung batang dilindungi oleh koleoptil, pada umumnya berdaun tunggal, kecuali pada kelompok palem, urat daun sejajar atau melengkung dan berpelepah daun dan bagian bunga (kelopak bunga, mahkota bunga dan benang sari) berjumlah tiga atau kelipatan tiga. Contoh tumbuhan monokotil antara lain : padi, jagung, kelapa, alang-alang, bunga tulip, lengkuas, jahe, dll.
Sedangkan tumbuhan dikotil atau tumbuhan berkeping dua memiliki ciri antara lain berkas vaskuler pada batang bertipe kolateral terbuka, batang dan akar memiliki kambium sehingga terjadi pertumbuhan sekunder dan dapat tumbuh membesar, batangnya bercabang-cabang dengan ruas batang yang tidak jelas, berakar tunggang yang bercabang-cabang, tidak memiliki pelindung ujung akar dan pelindung ujung batang, berdaun tunggal atau majemuk dengan urat daun menyirip atau menjari dan umumnya tidak berpelepah serta bagian bunga (mahkota bunga, kelopak bunga dan benang sari) berkelipatan 4 atau 5 atau kelipatanya. Contoh tananman dikotil adalah kembang sepatu, cengkih, kacang tanah, mawar, selada, sirih, bayam, kangkung, dll.
Dilihat dari berbagai perbedaan signifikan dari kedua kelompok besar tanaman berbiji memunculkan sebuah pertanyaan bila dilihat dari jaringan pembentuk organ-organ diantara keduanya akankah sama atau berbeda.

1.2  Rumusan Masalah
1.      Bagaimanakah bentuk jaringan tumbuhan dikotil?
2.      Bagaimanakah bentuk jaringan tumbuhan monokotil?
3.      Adakah perbedaan jaringan pada tumbuhan dikotil dan monokotil?Bagaimana perbedaan antara jaringan tumbuhan dikotil dengan jaringan tumbuhan monokotil?

1.3  Tujuan Pengamatan
Adapun tujuan dengan dilakukanya pengamatan ini adalah :
1.      Agar siswa mampu mengamati jaringan pada berbagai organ tumbuhan dikotil yang dan mampu mengidentifikasi bagian-bagian pada jaringan tiap-tiap organ pada tumbuhan
2.      Agar siswa mampu mengamati dan mengidentifikasi bagian-bagian yang ada pada jaringan tumbuhan monokotil
3.      Mampu mengidentifikasi perbedaan antara jaringan tumbuhan monokotil dengan jaringan tumbuhan dikotil
BAB II
METODE PENGAMATAN

2.1 Tempat dan Waktu Pengamatan
            Pengamatan jaringan tumbuhan monokotil dan jaringan tumbuhan dikotil dilakukan di laboratorium biologi SMA Negeri 2 Lamongan. Pada hari Jumat, 03 Oktober 2014 pada pukul 08.20 sampai dengan pukul 09.40 WIB dan pada hari Rabu, 08 Oktober 2014 pada pukul 10.00 sampai dengan pukul 11.45 WIB.
2.2 Alat dan Bahan
1.      Bayam (Amaranthus tricolor L )
2.      Kangkung (Ipomoea reptana)
3.      Kacang tanah (Arachis hypogaea L)
4.      Jagung (Zea mays)
5.      Padi (Oryza sativa)
6.      Wortel (Daucus carota)
7.      Silet/cuter
 
8.      Tissue
9.      Kertas koran
10.  Kamera
11.  Mikroskop cahaya


12.  Kaca objek dan kaca penutup
  
13.  Pipet
Description: http://www.labconusa.com/image.php?type=P&id=3441
14.  Pinset
Description: http://reidko.com/wp-content/uploads/2013/07/EA.60-pinset-chirurgis-14cm-merk-yamaco-www.reidko.com-1.jpg
15.  Air/aquadesh
2.3              Cara Kerja
A.    Mengamati jaringan monokotil :
1)      Membuat sayatan melintang setipis mungkin pada akar, daun dan batang dari tanaman monokotil yang tersedia (padi dan jagung) menggunakan silet. Khusus daun mengusahakan membuat irisan setipis mungkin dengan cara menjepitkan daun ditengah-tengah wortel baru kemudian membuat sayatanya secara melintang.
2)      Meletakkan sayatan akar,daun dan batang pada kaca objek terpisah. Kemudian ditetesi air.
3)      Menutup ketiga kaca objek dengan kaca penutup.
4)      Mengamati ketiga spesimen yang telah dibuat dengan menggunakkan mikroskop, dimulai dari perbesaran 10x10, selanjutnya dengan perbesaran lebih besar.
5)      Memotret bagian-bagian jaringan akar, daun dan batang tumbuhan dengan menggunakkan kamera.
B.     Mengamati jaringan dikotil:
1)      Membuat sayatan melintang setipis mungkin pada akar, daun dan batang dari tanaman dikotil yang tersedia (bayam,kacang dan kangkung) menggunakan silet. Khusus daun mengusahakan membuat irisan setipis mungkin dengan cara menjepitkan daun ditengah-tengah wortel baru kemudian membuat sayatanya secara melintang.
2)      Meletakkan sayatan akar,daun dan batang pada kaca objek terpisah. Kemudian ditetesi air.
3)      Menutup ketiga kaca objek dengan kaca penutup.
4)      Mengamati ketiga spesimen yang telah dibuat dengan menggunakkan mikroskop, dimulai dari perbesaran 10x10, selanjutnya dengan perbesaran lebih besar.
5)      Memotret bagian-bagian jaringan akar, daun dan batang tumbuhan dengan menggunakkan kamera.

BAB III
HASIL PENGAMATAN
3.1     Foto Hasil Pengamatan
 3.1.1
Jaringan organ tumbuhan dikotil
Akar Tanaman Kacang
 
Jaringan epidermis
 
        3.1.1.1. Struktur Jaringan Akar Tanaman Dikotil
korteks
 
 
empulur
 
 





Akar Tanaman Bayam
 
                                                
korteks
 
endodermis
 
stele
 
Empulur
 
floem
 
Xilem
 
                                                    




epidermis
 
 
                  

 
Batang Tanaman Kacang
 
3.1.1.2.  Batang Tanaman Dikotil
korteks
 







Batang Tanaman Bayam
 
 
korteks
 
Epidermis
 
 






3.1.1.3. Daun Tanaman Dikotil
 





Jaringan bunga karang
 
Jaringan spons
 
Daun Bayam
 
           
Jaringan epidermis atas
 
Jaringan epidermis bawah
 
 







epidermis
 
Akar Padi
 
3.1.2 Jaringan organ tumbuhan monokotil
Batang Padi
 
 











Daun Padi
 
 







3.2    Hasil Diskusi
3.2.1 Perbedaan tumbuhan monokotil dengan dikotil
Description: E:\akar.PNG
Akar monokotil
Akar dikotil
-          Sistem perakaranya serabut
-          Batas ujung akar dan kaliptra jelas
-          Perisikel terdiri dari beberapa lapis sel  berdinding tebal.
-          Persikelnya hanya membentuk cabang akar
-          Punya empulur yang luas sebagai pusat akar 
-          Tidak ada kambium
-          Jumlah lengan protoxilem banyak
-          Letak xilem dan floem berselang-seling
-          Sistem perakaranya tunggang
-          Batas ujung akar dan kaliptra tidak jelas
-          Perisikel terdiri dari 1 lapis sel.
-          Persikelnya membentuk cabang-cabang akar meristem sekunder
-          Tidak punya empulur pada pusat akar atau empulurnya sempit
-          Mempunyai cambium
-          Jumlah lengan xilem antara 2-6
-          Letak xilem di dalam dan floem di luar (dengan kambium sebagai pembatas)
Batang monokotil
Batang dikotil
-          Batang tidak bercabang-cabang
-          Pembuluh angkut tersebar 
-          Tidak mempunyai kambium vaskuler, sehingga tidak dapat tumbuh membesar
-          mempunyai meristem interkalar
-          Tidak  memiliki jari-jari empulur
-          Tidak dapat dibedakan antara korteks dan empulur

-   Pe
-          Batang bercabang
-          Pembuluh angkut teratur dalam  susunan lingkaran atau berseling radial
-          Mempunyai kambium vaskuler, sehingga dapat tumbuh membesar
-          Tidak mempunyai meristem interkalar
-          Jari-jari empulur berupa deretan parenkima di antara berkas pengangkut
-          Dapat dibedakan antara daerah korteks dan empulur


           
Daun monokotil
Daun dikotil
-          Pertulangan daun melengkung
-          Tidak terdapat empulur
-            Tidak memiliki jaringan parenkim palisade
-          Pertulangan daun menyirip
-          Terdapat empulur
-          Memiliki jaringan palisade

3.3. Pertanyaan Praktikum Jaringan
1)   Padapercobaan di atas, kamudapatmelihatberbagaijaringan yang menyusun organ padatanaman. Tuliskanlahjaringan-jaringan yang menyusun organ setiaptumbuhan yang diujikantersebutpadasebuah table!
Akar
Batang
Daun
Epidermis
Epidermis
Epidermis
Korteks
Korteks
Palisade
Endodermis
Penyokong
Spons
SilinderPusat/Stele
PembuluhAngkut
Epidermis bawah

2)   Berdasarkanjaringan yang ditemukanpada organ tumbuhan di atas, tuliskanlah fungsi jaringan tersebut serta keterkaitannya dengan proses yang terjadi pada tubuh tumbuhan!
·      Jaringanpadaakar
a. Epidermis berfungsisebagaiuntuk memperluas permukaan akar
b. Korteksberfungsisebagaipenyimpanancadanganmakanan
c. Endodermis berfungsi sebagai pembatas selektif yang mengatur masuknya bahan-bahan dari larutan tanah ke dalam jaringan pembuluh di dalam stele
d. Silinderpusat / stele berfungsisebagaialatangkut air dan mineral keseluruh bagian tumbuhan
·      Jaringanpadabatang
a.    Epidermis berfungsisebagaipelindungi jaringan di bawahnya / di dalamnya
b.    Korteks berfungsi sebagai untuk menyimpan cadangan  makanan
c.    Penyokong berfungsi sebagai penguat bagian tubuh tumbuhan
d.   Pembuluh angkut berfungsi sebagai transportasi zat
·      Jaringan pada daun
a.    Epidermis berfungsisebagaipelindungpadadaun di dalamnya
b.    Palisade berfungsisebagaipelindung kuku denganmenutupbagian yang terbukaantara kuku dankulit
c.    Sponsberfungsisebagaitempatkarbondioksida yang akandigunakanuntukfotosintesa
d.   Epidermis bawahberfungsisebagaiuntukmengaturmenutupdanmembukanya stomata sertamengendalikanpertukaran gas

3)   Buatlahkesimpulanakhirdaripengamatan yang kamulakukantersebut!
Dari percobaan yang telah dilakukan dapat di simpulkan bahwa :
1.    Akar, batang, dan daun tumbuhan memiliki jaringan yaitu jaringan meristem, kolenkim, dan parenkim.
2.    Di dalam akar terdapat xilem dan floem sebagai alat transportasi zat-zat pada tumbuhan berpembuluh.
3.    Tanaman monokotil dan tanaman dikotil semuanya memiliki xilem dan floem berfungsi sebagai jaringan pengangkut.
4.    Terdapat perbedaan antara antara struktur anatomi organ-organ tumbuhan dikotil dan monokotil.









BAB IV
PEMBAHASAN

4.1 Jaringan pada Tumbuhan
Tumbuhan merupakan organisme multiseluler yang terdiri dari banyak sel. Sel-sel tumbuhan yang memiliki bentuk, susunan dan fungsi yang sama akan membentuk suatu jaringan tumbuhan tertentu. Beberapa jenis jaringan yang berbeda akan membentuk suatu organ, misalnya akar, batang, daun, bunga,buah dan biji.
Berdasarkan aktivitas pembelahan sel yang terjadi selama masa pertumbuhan dan perkembangan, jenis jaringan dapat dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu jaringan meristem (jaringan embrional) dan jaringan permanen (jaringan dewasa). Jaringan meristem adalah jaringan yang sel-selnya selalu aktif memebelah sehingga menyebabkan organ tumbuhan mengalami pemanjangan atau perubahan besar. Ciri-ciri jaringan meristem antara lain : terdiri atas sel-sel muda, aktif membelah, sussunan sel rapat, dinding sel tipis, banyak protoplasma, nukleus besar, vakuola kecil atau tidak ada. Jaringan meristem berdasarkan asal terbentuknya dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu jaringan meristem primer dan meristem sekunder. Meristem primer adalah jaringan meristem pada tumbuhan dewasa yang sel-selnya masih aktif membelah, meristem primer menyebabkan pertumbuhan primer, yaitu pertumbuhan vertikal yang mengakibatkan perpanjangan batang dan akar. Meristem ini berasal dari sel-sel inisial yang disebut promeristem. Promeristem adalah jaringan meristem yang sudah ada ketika tumbuhan masih berada dalam fase embrio. Sedangkan meristem sekunder adalah jaringan meristem pada tumbuhan yang berasal dari sel-sel dewasa yang berubah sifatnya menjadi sel meristematik. Sel-sel meristem sekunder berbentuk pipih atau prisma dan memiliki vakuola yang besar di bagian tengahnya, contohnya adalah kambium dan kambium gabus (falogen). Kemudian jaringan meristem apabila dilihat dari posisinya pada tumbuhan dibedakan menjadi tiga yakni meristem apikal (meristem ujung), meristem interkaler atau aksilar (meristem antara), dan meristem lateral (meristem samping). Meristem apikal terdapat di ujung batang utama, ujung batang lateral dan ujung akar. Meristem apikal menyebabkan pemanjangan batang dan akar (pertumbuhan primer). Semua jaringan yang terbentuk dari meristem apikal disebut jaringan primer. Proses pemanjangan meristem apikal akan menghasilkan daun, bunga dan tunas apikal (tunas ujung) yang akan berkembang menjadi cabang samping. Meristem interkaler terdapat diantara jaringan dewasa yang sudah berdiferensiasi. Contohnya meristem pada pangkal ruas tumbuhan golongan rumput-rumputan. Meristem interkaler merupakan daerah meristematik yang terisolasi di subapikal batang, kemudian berkembang menuju pangkal (besipetal). Sel-selnya membelah untuk membentuk rangkain sel yang sejajar sehingga disebut meristem rusuk. Meristem interkaler menyebabkan pemanjangan ruas batang dan menyebabkan terbentuknya bunga. Jaringan yang terbentuk oleh meristem interkaler termasuk jaringan primer. Meristem lateral terletak memanjang sejajar permukaan batang atau akar, contohnya kembium pembuluh. Meristem lateral menyebabkan terjadinya pertumbuhan sekunder pada batang maupun akar, sehingga batang dan akar tersebut akan membesar. Aktivitas meristem lateral akan membentuk jaringan sekunder.
Jaringan permanen adalah jaringan yang berasal dari pembelahan sel-sel meristem primer maupun sekunder, yang telah berdiferensiasial sesuai dengan fungsinya. Ciri-ciri jaringan meristem permanen antara lain : sel relatif besar, tidak aktif membelah, terdapat ruang antar sel, dinding sel tebal, sedikit plasma sel, vakuola besar, terkadang selnya sudah mati. Berdasarkan jumlah tipe sel penyusunya, jaringan permanen dibedakan menjadi dua yaitu jaringan sederhana dan jaringan kompleks. Jaringan sederhana merupakan jaringan homogen yang terdiri atas satu tipe sel, contohnyan parenkim, kolenkimdan sklerenkim. Sedngkan jaringan kompleks merupakan jaringan heterogen yang terdiri atas dua tipe sel atau lebih, contohnya xilem, floem dan epidermis. Jaringan permanen berdasarkan fungsinya dibedakan menjadi jaringan epidermis (pelindung), jaringan dasar (parenkim), jaringan penyokong dan jaringan pengangkut (vaskuler). Jaringan epidermis adalah jaringan yang tersususn dari lapisan sel-sel yang menutupi permukaan organ tumbuhan. Jaringan ini berfungsi melindungi bagian dalam tumbuhan dari segala pengaruh luar yang merugikan. Ciri-ciri jaringan epidermis : umumnya terdiri dari satu lapis sel. Namun pada beberapa jenis tumbuhan, epidermis terdiri atas beberapa sel karena sel protoderm membelah beberapa kali secara periklin (sejajar permukaan). Jaringan ini memiliki sel-sel yang tersusun rapat tanpa ruang antar sel. Jaringan epidermis memiliki bentuk sel bervariasi, memiliki banyak vakuola dan protoplasma yang dapat menyimpan berbagai hasil metabolisme. Ketebalan dinding sel epidermis berbeda-beda ada yang mengandung lignin, kutikula dan pektin. Sel-sel inisial epidermis sebagian dapat berkembang dan bermodifikasi menjadi alat-alat tambahan lain yang disebut derivat epidermis seperti stomata (mulut daun), trikoma (rambut-rambut), emergensia, spina (duri), sel kipas dan masih banyak lagi.
Jaringan parenkim meruapakan jaringan yang terbentuk dari sel-sel hidup dengan struktur marfologi yang bervariasiyang bertanggung jawab terhadap segala proses fisiologis jaringan ini dapat dijumpai disetiap bagian tumbuhan. Ciri-ciri jaringan parenkim adalah : merupakan sel hidup berukuran besar yang pada umumnya berdinding primer tipis dan berebentuk polihedron yang memiliki inti sel dan banyak vakuola. Sel-selnya memilki ruang antar sel sehingga letak sel tidak rapat. Sel epidermis bersifat meristematik karena sel-selnya dapat membelah diri bahkan ketika dewasa sehingga berperan penting adalam regenerasi. Berdasarkan fungsinya jaringan parenkim dibedakan menjadi 6 yaitu parenkim asimilasi, parenkim penimbun, parenkim air. Parenkim udara (aerenkim), parenkim pengangkut dan parenkim penutup luka. Sedangkan berdasarkan bentuknya jaringan parenkim dibagi menjadi empat macam anatara lain parenkim palisade, parenkim bunga karang, parenkim bintang (aktinenkim) dan parenkim lipatan.
Jaringan penyokong adalah jaringan yang menunjang bentuk tubuh tumbuhan. Ciri-ciri jaringan penyokong yaitu memiliki dinding sel yang tebal dan kuat, serta telah mengalami spesialisasi pada sel-selnya. Fungsi jaringan penyokong antara lain menegakkan batang dan menguatkan daun, melindungi tumbuhan dari gangguan mekanis, melindungi embrio di dalam biji, melindungi jaringan pengangkut (vaskuler) dan memperkuat jaringan aerenkim. Berdasarkan bentuk dan sifatnya jaringan penyokong dibedakan menjadi dua yaitu jaringan kolenkim dan sklerenkim. Jaringan kolenkim merupakan jaringan penguat pada organ-organ tumbuhan yang masih aktif mengadakan pertumbuhan dan perkembangan. Jaringan ini terdapat pada batang, daun, bagian-bagian bunga dan buah serta pada akar yang terkena cahaya matahari. Ciri-ciri jaringan kolenkim antara lain tersususn dari sel-sel yang hidup yang ukuran dan bentuk selnya beragam. Penebalan dinding selnya tidak teratur. Isi selnya dapat mengandung kloroplas dan tanin. Jaringan sklerenkim merupakan jaringan penguat pada organ tumbuhan yang sudah berhenti melakukan pertumbuhan dan perkembangan. Ciri-ciri jaringan skerenkim yaitu sel-selnya memiliki dinding sekunder yang tebal, biasanya mengandung zat lignin, bersifat kenyal dan tidak mengandung protoplas karena sel-selnya telah mati. Jaringan sklerenkim dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu serabut (serat-serat) sklerenkim dan sklereid (sel batu).
Jaringan pengangkut adalah jaringan pada tumbuhan tingkat tinggi yang berfungsi mengangkut air, garam-garam mineral serta zat makanan hasil fotosintesis. Jaringan pengangkut pada tumbuhan adalah xilem dan floem. Xilem berfungsi mengangkut air dan garam mineral dari akar ke daun. Sel-selnya telah mati, berdinding tebal dan mengandung zat lignin. Komponen pembentuk xilem yaitu unsur trakeal,  serat xilem dan parenkim xilem. Floem berfungsi mengangkut dan mendistribusikan zat makanan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan. Floem tersusun dari sel-sel hidup dan mati. Komponen pembentuk floem antara lain unsur tapis, sel pengiring (sel tentangga), serat floem, parenkim floem, dan sel albumin (hanya pada Gymnospermae). Tipe-tipe berkas pengangkut ada tiga yaitu tipe koleteral, tipe konsentris dan tipe radial. Tipe koleteral yaitu xilem dan floem terletak berdampingan, floem berada di bagian luar xilem. Tipe kolateral dibedakan lagi menjadi tiga macam yaitu kolateral terbuka, kolateral tertutup dan bikolateral. Jika antara floem dan xilem terdapat kambium maka disebut kolateral terbuka. Jika antara xilem dan floem tidak ada kambium dan dihubungkan oleh jaringan parenkim disebut kolateral tertutup. Dan disebut bikolateral apabila terdapat floem luar, floem dalam, kambium luar dan kambium dalam dengan urutan posisi dari luar ke dalam yaitu floem luar, kambium luar, xilem, kambium dalam dan floem dalam. Tipe konsentris jika xilem dikelilingi atau sebaliknya. Apabila xilem berada di tengah dan dikelilingi floem maka disebut tipe konsentris amfikibral. Sedangkan bila floem berada di tengah dan dikelilingi xilem disebut tipe konsentris amfivasal. Tipe radial jika letak xilem dan floem bergantian sesuai dengan jari-jari lingkaran.
Jaringan sekretori merupakan sekumpulan sel yang berfungsi menghasilkan suatu zat. Macam jaringan sekretori antara lain sealuran getah, sel-sel resin dan minyak, sel-sel lendir, sel-sel penyamak, dan sel-sel mirosin.
Organ tumbuhan merupakan kumpulan dari beberapa jaringan yang memiliki tujuan atau peranan tertentu dalam tubuh. Organ tumbuhan dibedakan menjadi dua yaitu organ vegetatif (akar,batang,daun) dan organ generatif (bunga,buah dan biji).
Akar berdasarkan asalnya dibedakan menjadi akar primer (akar normal) dan akar liar. Akar primer tumbuh sejak embrio hingga tumbuhan mati, berfungsi menegakkan tumbuhan serta menyerap air dan garam-garam mineral. Akar liar muncul dari batang, daun dan jaringan lainya, dapat nersifat permanen atau temporer serta dapat tumbuh mencapai tanah atau tidak sampai menyentuh tanah. Fungsi akar liar adalah untuk menyerap air atau mengalami modifikasi menjadi organ untuk menyerap, menopang dang sebagai haustoria (akar pada tumbuhan parasit). Secara umum akar terdiri dari tudung akar, epidermis, korteks, endodermis dan stele.
Batang merupakan bagian tumbuhan  yang terletak di atas permukaan tanah yang berfungsi menopang daun, bunga dan buah. Bagian batang tempat munculnya daun disebut buku (nodus). Bagian antara dua buku disebuat ruas (internodus). Panjang ruas beragam pada spesies tumbuhan yang berbeda. Pada setiap buku terdapat daun yang berjumlah satu, dua atau lebih. Susunan daun (filotaksis) berbeda-beda ada yang berhadapan (dua daun) atau terpusat (lebih dari dua daun). Secara umum batang dan akar memiliki struktur relatif sama, keduanya memiliki stele dengan xilem dan floem, perisikel, endodermis, korteks dan epidermis. Perbedaanya terletak pada struktur berkas pengangkutnya yaitu berkas xilem dan floem pada akar terletak dalam radius yang berbeda dan terpisah, sedangkan berkas xilem dan floem pada batang terletak dalam radius sama atau bersebelahan. Batang  memiliki tiga bagian pokok yaitu epidermis, korteks dan modifikasi stele (silinder pusat). Pada tumbuhan dikotil bagian-bagian tersebut tampak jelas. Namun, pada tumbuhan monokotil batas antara korteks dan stele kurang jelas.
Daun merupakan salah satu organ tumbuhan yang berperan sebagai pabrik pengolahan makanan bagi sebagian besar tumbuhan. Daun dapat dibedakan menjadi dorsiventral dan isobilateral. Daun tipe dorsiventral memiliki jaringan palisade hanya pada sisi atas daun, sehingga permukaan atas daun nampak lebih cerah daripada permukaan bagian bawahnya. Daun dorsiventral biasanya tumbuh horizontal dan terdapat pada hampir semua daun tumbuhan dikotil. Daun tipe isobilateral memiliki struktur yang seragam antara permukaan atas dan bawahnya. Daun isobilateral tumbuh vertikal sehingga kedua daun dapat menerima intensistas cahaya matahari yang sama. Daun jenis ini terdapat pada hampir semua daun tumbuhan monokotil dan beberapa jenis dikotil. Secara umum daun tersusun dari jaringan pelindung (epidermis dan modifikasinya), jaringan dasar (mesofil), jaringan pengangkut, jaringan penguat dan jaringan sekretori.



BAB V
PENUTUP

5.1   Kesimpulan
Jaringan adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk, struktur dan fungsi yang sama. Beberapa jaringan yang berbeda kemudian berkumpul membentuk suatu organ misalnya batang, akar, daun, biji, buah dan bunga.
Tumbuhan adalah organisme eukariotik yang multiseluler. Tumbuhan berbiji tertutup dibagi ke dalam dua kelompok besar yaitu monokotil (tumbuhan berkeping satu) dan dikotil (tumbuhan berkeping dua).
Jaringan  yang  menyusun  akar  monokotil  adalah  epidermis,  korteks, endodermis, kambium, dan  jaringan  pengangkut. Jaringan yang menyusun akar dikotil adalah  epidermis, korteks, endodermis dan jaringan pengangkut.
Jaringan yang menyusun batang monokotil adalah epidermis, korteks, dan jaringan pengangkut. Jaringan  yang  menyusun  batang  dikotil  adalah  epidermis,  korteks, endodermis, perisikel, dan jaringan pengankut.
Jaringan  yang  menyusun  daun  dikotil adalah  epidermis,  jaringan  tiang, stomata, jaringan pengangkut, dan epidermis bawah. Jaringan yang menyusun daun monokotil adalah epidermis, jaringan spons, stomata, jaringan pengangkut, dan epidermis bawah.





Daftar Pustaka
Ciri tumbuhan. http://www.materisma.com/2014/03/ciri-ciri-tumbuhan-dikotil-dan.html. diunduh pada 23 Oktober 2014 pukul 20:20
Septianing, Rasti. 2014. Panduan Blejar Biologi 2A. Jakarta : Yudhistira.
Irnaningtyas. 2014. Biologi. Jakarta : Erlangga.
Irnaningtyas. 2013. Biologi. Jakarta : Erlangga.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar