LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI JARINGAN PADA TUMBUHAN
MONOKOTIL DAN DIKOTIL
XI MIA 1
PEMBIMBING : WIWIK QOMARIYAH, S. Pd
NAMA KELOMPOK 5 :1. ANIS FAIZAH (05)
2. INDAH
DESI NAWAWI (14)
3. URFI
NS YOGABAMA (34)
4. TUTUT
ALAWIYAH (39)
TP. 2014/2015
SMA NEGERI 2 LAMONGAN
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami
panjatkan kehadirat Allah Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan
hidayahnya serta karunianya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan praktikum
biologi ini dengan baik dan tanpa halangan.
Laporan praktikum kimia
ini berisi tentang jaringan pada tumbuhan monokotil dan dikotil yang
dilaksanakan oleh kelompok 5 dari kelas XI MIA 1 SMA N 2 Lamongan pada tanggal
03 Oktober 2014 dan 08 Oktober 2014.
Terselesaikannya
laporan ini tentu tidak lepas dari bantuan banyak pihak. Oleh karena itu, kami
mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada :
1. Bapak
Drs. H. Khuznan M. Z, M. M selaku kepala sekolah SMA N 2 Lamongan yang telah
memberi izin untuk mengadakan praktikum ini guna menambah penegtahuan kami
dalam bidang biologi.
2. Ibu
Wiwik Qomariyah, S. Pd selaku guru pembimbing yang telah memberikan bimbingan
kepada kami, sehingga praktikum dan laporan ini dapat terselesaikan dengan baik
3. Teman-teman
yang telah membantu kami untuk dapat mengerjakan laporan ini dengan baik.
Kami mengharap saran
yang membangun dan dapat menjadikan laporan ini jauh lebih baik lagi. Kami
mohon maaf sedalam-dalamnya atas kesalahan maupun kekurangan dalam penyusunan
laporan ini.
Penulis
DAFTAR ISI
Kata
Pengantar .............................................i
Daftar
Isi .............................................ii
I.
PENDAHULUAN
:
1.
Latar
Belakang Masalah
............................................1
2.
Rumusan
Masalah .............................................2
3.
Tujuan
Pengamatan .............................................2
II.
METODE
PENGAMATAN :
1.
Tempat
dan Waktu Pengamatan .............................................3
2.
Alat
dan Bahan .............................................3
3.
Cara
Kerja .............................................5
III.
HASIL
PENGAMATAN :
1.
Foto
Hasil Pengamatan .............................................6
2.
Hasil
Diskusi .............................................9
3.
Pertanyaan
Praktikum Jaringan ............................................11
IV.
PEMBAHASAN
:
1.
Jaringan
pada Tumbuhan ............................................14
V.
PENUTUP
:
1.
Kesimpulan
............................................20
Daftar
Pustaka ............................................21
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Tumbuhan
merupakan organisme eukariotik (memiliki membran inti sel), multiseluler
(bersel banyak), memiliki akar, batang dan daun, memiliki dinding sel yang
mengandung selulosa dan pada umumnya memiliki klorofil a dan b sehingga dapat
melakukan fotosintesis serta dapat menyimpan cadangan makanan.
Berdasarkan
ada atau tidaknya pembuluh angkut, tumbuhan dibedakan menjadi dua yaitu
tumbuhan tidak berpembuluh meliputi tumbuhan lumut (Bryophyta) dan tumbuhan
berpembuluh yang meliputi tumbuhan paku (pteridophyta) dan tumbuhan berbiji
(spermatophyta).
Tumbuhan
spermatophyta sendiri masih dibedakan lagi menjadi dua berdasarkan letak bakal
bijinya yaitu gymnospermae (tumbuhan berbiji terbuka) dan angiospermae
(tumbuhan berbiji tertutup).
Tumbuhan
berbiji diklasifikasikan menjadi dua kelas besar yang pertama monokotil dan
kedua dikotil. Beberapa ciri tumbuhan monokotil (berkeping satu) antara lain
berkas vaskuler pada batang bertipe kolateral tertutup, pada umumnya batang dan
akar tidak memiliki kambium sehingga tidak terjadi pertumbuhan sekunder dan
tidak tumbuh membesar, pada umumnya batang tidak bercabang memiliki rambut
halus dan ruas-ruas pada batang tampak jelas, berakar serabut, ujung akar
dilindungi oleh koleoriza dan ujung batang dilindungi oleh koleoptil, pada
umumnya berdaun tunggal, kecuali pada kelompok palem, urat daun sejajar atau
melengkung dan berpelepah daun dan bagian bunga (kelopak bunga, mahkota bunga
dan benang sari) berjumlah tiga atau kelipatan tiga. Contoh tumbuhan monokotil
antara lain : padi, jagung, kelapa, alang-alang, bunga tulip, lengkuas, jahe,
dll.
Sedangkan
tumbuhan dikotil atau tumbuhan berkeping dua memiliki ciri antara lain berkas
vaskuler pada batang bertipe kolateral terbuka, batang dan akar memiliki
kambium sehingga terjadi pertumbuhan sekunder dan dapat tumbuh membesar,
batangnya bercabang-cabang dengan ruas batang yang tidak jelas, berakar
tunggang yang bercabang-cabang, tidak memiliki pelindung ujung akar dan
pelindung ujung batang, berdaun tunggal atau majemuk dengan urat daun menyirip
atau menjari dan umumnya tidak berpelepah serta bagian bunga (mahkota bunga,
kelopak bunga dan benang sari) berkelipatan 4 atau 5 atau kelipatanya. Contoh
tananman dikotil adalah kembang sepatu, cengkih, kacang tanah, mawar, selada,
sirih, bayam, kangkung, dll.
Dilihat
dari berbagai perbedaan signifikan dari kedua kelompok besar tanaman berbiji
memunculkan sebuah pertanyaan bila dilihat dari jaringan pembentuk organ-organ
diantara keduanya akankah sama atau berbeda.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah
bentuk jaringan tumbuhan dikotil?
2. Bagaimanakah
bentuk jaringan tumbuhan monokotil?
3. Adakah
perbedaan jaringan pada tumbuhan dikotil dan monokotil?Bagaimana perbedaan
antara jaringan tumbuhan dikotil dengan jaringan tumbuhan monokotil?
1.3 Tujuan Pengamatan
Adapun
tujuan dengan dilakukanya pengamatan ini adalah :
1. Agar
siswa mampu mengamati jaringan pada berbagai organ tumbuhan dikotil yang dan
mampu mengidentifikasi bagian-bagian pada jaringan tiap-tiap organ pada
tumbuhan
2. Agar
siswa mampu mengamati dan mengidentifikasi bagian-bagian yang ada pada jaringan
tumbuhan monokotil
3. Mampu
mengidentifikasi perbedaan antara jaringan tumbuhan monokotil dengan jaringan
tumbuhan dikotil
BAB
II
METODE
PENGAMATAN
2.1
Tempat dan Waktu Pengamatan
Pengamatan jaringan tumbuhan
monokotil dan jaringan tumbuhan dikotil dilakukan di laboratorium biologi SMA
Negeri 2 Lamongan.
Pada hari Jumat, 03 Oktober 2014 pada
pukul 08.20 sampai dengan pukul 09.40 WIB dan pada hari Rabu, 08 Oktober 2014 pada pukul
10.00 sampai dengan pukul 11.45 WIB.
2.2
Alat dan Bahan
1. Bayam
(Amaranthus tricolor L
)
2. Kangkung (Ipomoea reptana)
3. Kacang tanah (Arachis hypogaea L)
4. Jagung
(Zea mays)
5. Padi
(Oryza sativa)
6. Wortel
(Daucus carota)
7. Silet/cuter

8. Tissue

9. Kertas
koran
10. Kamera
11. Mikroskop
cahaya

12. Kaca
objek dan kaca penutup

13. Pipet

14. Pinset

15. Air/aquadesh
2.3
Cara
Kerja
A. Mengamati
jaringan monokotil :
1) Membuat
sayatan melintang setipis mungkin pada akar, daun dan batang dari tanaman
monokotil yang tersedia (padi dan jagung) menggunakan silet. Khusus daun
mengusahakan membuat irisan setipis mungkin dengan cara menjepitkan daun
ditengah-tengah wortel baru kemudian membuat sayatanya secara melintang.
2) Meletakkan
sayatan akar,daun dan batang pada kaca objek terpisah. Kemudian ditetesi air.
3) Menutup
ketiga kaca objek dengan kaca penutup.
4) Mengamati
ketiga spesimen yang telah dibuat dengan menggunakkan mikroskop, dimulai dari
perbesaran 10x10, selanjutnya dengan perbesaran lebih besar.
5) Memotret
bagian-bagian jaringan akar, daun dan batang tumbuhan dengan menggunakkan
kamera.
B. Mengamati
jaringan dikotil:
1) Membuat
sayatan melintang setipis mungkin pada akar, daun dan batang dari tanaman
dikotil yang tersedia (bayam,kacang dan kangkung) menggunakan silet. Khusus
daun mengusahakan membuat irisan setipis mungkin dengan cara menjepitkan daun
ditengah-tengah wortel baru kemudian membuat sayatanya secara melintang.
2) Meletakkan
sayatan akar,daun dan batang pada kaca objek terpisah. Kemudian ditetesi air.
3) Menutup
ketiga kaca objek dengan kaca penutup.
4) Mengamati
ketiga spesimen yang telah dibuat dengan menggunakkan mikroskop, dimulai dari
perbesaran 10x10, selanjutnya dengan perbesaran lebih besar.
5) Memotret
bagian-bagian jaringan akar, daun dan batang tumbuhan dengan menggunakkan
kamera.
BAB
III
HASIL
PENGAMATAN
3.1 Foto Hasil Pengamatan
3.1.1 Jaringan organ tumbuhan dikotil
3.1.1 Jaringan organ tumbuhan dikotil
|
|
|
![]() |
|||||||
|
|||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
![]() |
||||||
|
||||||
|
|
|||||||||||
|
|||||||||||
3.1.1.3. Daun Tanaman Dikotil
![]() |
|
|
|
|
||||||||||
![]() |
||||||||||
|
||||||||||
|
|
![]() |
||||||||
|
||||||||
![]() |
||||||||

|
|||
![]() |
|||

![]() |
|||||
![]() |
|||||
3.2
Hasil Diskusi
3.2.1 Perbedaan tumbuhan monokotil dengan dikotil
3.2.1 Perbedaan tumbuhan monokotil dengan dikotil

|
Akar
monokotil
|
Akar dikotil
|
|
-
Sistem perakaranya serabut
-
Batas ujung akar dan kaliptra jelas
-
Perisikel terdiri dari beberapa lapis sel berdinding tebal.
-
Persikelnya hanya membentuk cabang akar
-
Punya empulur yang luas sebagai
pusat akar
-
Tidak ada kambium
-
Jumlah lengan protoxilem banyak
-
Letak xilem dan floem berselang-seling
|
-
Sistem
perakaranya tunggang
-
Batas
ujung akar dan kaliptra tidak jelas
-
Perisikel
terdiri dari 1 lapis sel.
-
Persikelnya
membentuk cabang-cabang akar meristem sekunder
-
Tidak
punya empulur pada pusat akar atau empulurnya sempit
-
Mempunyai
cambium
-
Jumlah
lengan xilem antara 2-6
-
Letak
xilem di dalam dan floem di luar (dengan kambium sebagai pembatas)
|

|
Batang
monokotil
|
Batang
dikotil
|
|
-
Batang tidak bercabang-cabang
-
Pembuluh angkut tersebar
-
Tidak mempunyai kambium vaskuler, sehingga tidak dapat tumbuh membesar
-
mempunyai meristem interkalar
-
Tidak memiliki jari-jari empulur
-
Tidak dapat dibedakan antara korteks dan empulur
- Pe
|
-
Batang bercabang
-
Pembuluh angkut teratur dalam
susunan lingkaran atau berseling radial
-
Mempunyai kambium vaskuler, sehingga dapat tumbuh membesar
-
Tidak mempunyai meristem
interkalar
-
Jari-jari empulur berupa deretan parenkima di antara berkas pengangkut
-
Dapat dibedakan antara daerah korteks dan empulur
|

|
Daun
monokotil
|
Daun dikotil
|
|
-
Pertulangan daun melengkung
-
Tidak terdapat empulur
-
Tidak memiliki jaringan
parenkim palisade
|
-
Pertulangan daun menyirip
-
Terdapat empulur
-
Memiliki jaringan palisade
|
3.3.
Pertanyaan Praktikum Jaringan
1)
Padapercobaan di atas,
kamudapatmelihatberbagaijaringan yang menyusun organ padatanaman.
Tuliskanlahjaringan-jaringan yang menyusun organ setiaptumbuhan yang
diujikantersebutpadasebuah table!
|
Akar
|
Batang
|
Daun
|
|
Epidermis
|
Epidermis
|
Epidermis
|
|
Korteks
|
Korteks
|
Palisade
|
|
Endodermis
|
Penyokong
|
Spons
|
|
SilinderPusat/Stele
|
PembuluhAngkut
|
Epidermis
bawah
|
2)
Berdasarkanjaringan yang ditemukanpada organ tumbuhan
di atas, tuliskanlah fungsi jaringan tersebut serta keterkaitannya
dengan proses yang terjadi
pada
tubuh
tumbuhan!
·
Jaringanpadaakar
a. Epidermis
berfungsisebagaiuntuk memperluas permukaan akar
b.
Korteksberfungsisebagaipenyimpanancadanganmakanan
c. Endodermis berfungsi sebagai pembatas selektif yang mengatur masuknya bahan-bahan dari larutan tanah ke dalam jaringan pembuluh di dalam stele
d. Silinderpusat / stele berfungsisebagaialatangkut
air dan mineral keseluruh bagian tumbuhan
·
Jaringanpadabatang
a.
Epidermis berfungsisebagaipelindungi
jaringan di bawahnya / di
dalamnya
b.
Korteks berfungsi sebagai untuk menyimpan cadangan makanan
c.
Penyokong berfungsi sebagai penguat bagian tubuh tumbuhan
d.
Pembuluh angkut berfungsi sebagai transportasi zat
·
Jaringan pada daun
a.
Epidermis berfungsisebagaipelindungpadadaun di
dalamnya
b.
Palisade berfungsisebagaipelindung kuku
denganmenutupbagian yang terbukaantara kuku dankulit
c.
Sponsberfungsisebagaitempatkarbondioksida yang
akandigunakanuntukfotosintesa
d.
Epidermis
bawahberfungsisebagaiuntukmengaturmenutupdanmembukanya stomata
sertamengendalikanpertukaran gas
3)
Buatlahkesimpulanakhirdaripengamatan yang
kamulakukantersebut!
Dari
percobaan yang telah dilakukan dapat di simpulkan bahwa :
1.
Akar, batang,
dan daun tumbuhan memiliki jaringan yaitu jaringan meristem, kolenkim, dan
parenkim.
2.
Di dalam akar
terdapat xilem dan floem sebagai alat transportasi zat-zat pada tumbuhan
berpembuluh.
3.
Tanaman
monokotil dan tanaman dikotil semuanya memiliki xilem dan floem berfungsi
sebagai jaringan pengangkut.
4.
Terdapat
perbedaan antara antara struktur anatomi organ-organ tumbuhan dikotil dan
monokotil.
BAB IV
PEMBAHASAN
4.1
Jaringan pada Tumbuhan
Tumbuhan merupakan organisme multiseluler yang
terdiri dari banyak sel. Sel-sel tumbuhan yang memiliki bentuk, susunan dan
fungsi yang sama akan membentuk suatu jaringan tumbuhan tertentu. Beberapa
jenis jaringan yang berbeda akan membentuk suatu organ, misalnya akar, batang,
daun, bunga,buah dan biji.
Berdasarkan aktivitas pembelahan sel yang terjadi
selama masa pertumbuhan dan perkembangan, jenis jaringan dapat dikelompokkan
menjadi dua macam, yaitu jaringan meristem (jaringan embrional) dan jaringan
permanen (jaringan dewasa). Jaringan meristem adalah jaringan yang sel-selnya
selalu aktif memebelah sehingga menyebabkan organ tumbuhan mengalami
pemanjangan atau perubahan besar. Ciri-ciri jaringan meristem antara lain :
terdiri atas sel-sel muda, aktif membelah, sussunan sel rapat, dinding sel
tipis, banyak protoplasma, nukleus besar, vakuola kecil atau tidak ada.
Jaringan meristem berdasarkan asal terbentuknya dikelompokkan menjadi dua
macam, yaitu jaringan meristem primer dan meristem sekunder. Meristem primer
adalah jaringan meristem pada tumbuhan dewasa yang sel-selnya masih aktif
membelah, meristem primer menyebabkan pertumbuhan primer, yaitu pertumbuhan
vertikal yang mengakibatkan perpanjangan batang
dan akar. Meristem ini berasal dari sel-sel inisial yang disebut promeristem.
Promeristem adalah jaringan meristem yang sudah ada ketika tumbuhan masih
berada dalam fase embrio. Sedangkan meristem sekunder adalah jaringan meristem
pada tumbuhan yang berasal dari sel-sel dewasa yang berubah sifatnya menjadi
sel meristematik. Sel-sel meristem sekunder berbentuk pipih atau prisma dan
memiliki vakuola yang besar di bagian tengahnya, contohnya adalah kambium dan
kambium gabus (falogen). Kemudian jaringan meristem apabila dilihat dari
posisinya pada tumbuhan dibedakan menjadi tiga yakni meristem apikal (meristem
ujung), meristem interkaler atau aksilar (meristem antara), dan meristem
lateral (meristem samping). Meristem apikal terdapat di ujung batang utama, ujung batang lateral
dan ujung akar. Meristem apikal menyebabkan pemanjangan batang dan akar
(pertumbuhan primer). Semua jaringan yang terbentuk dari meristem apikal
disebut jaringan primer. Proses pemanjangan meristem apikal akan menghasilkan
daun, bunga dan tunas apikal (tunas ujung) yang akan berkembang menjadi cabang
samping. Meristem interkaler terdapat diantara jaringan dewasa yang sudah
berdiferensiasi. Contohnya meristem pada pangkal ruas tumbuhan golongan
rumput-rumputan. Meristem interkaler merupakan daerah meristematik yang
terisolasi di subapikal batang, kemudian berkembang menuju
pangkal (besipetal). Sel-selnya membelah untuk membentuk rangkain sel yang
sejajar sehingga disebut meristem rusuk. Meristem interkaler menyebabkan
pemanjangan ruas batang dan menyebabkan terbentuknya bunga. Jaringan yang
terbentuk oleh meristem interkaler termasuk jaringan primer. Meristem lateral
terletak memanjang sejajar permukaan batang atau akar, contohnya kembium
pembuluh. Meristem lateral menyebabkan terjadinya pertumbuhan sekunder pada
batang maupun akar, sehingga batang dan akar tersebut akan membesar. Aktivitas
meristem lateral akan membentuk jaringan sekunder.
Jaringan permanen adalah jaringan yang berasal dari
pembelahan sel-sel meristem primer maupun sekunder, yang telah
berdiferensiasial sesuai dengan fungsinya. Ciri-ciri jaringan meristem permanen
antara lain : sel relatif besar, tidak aktif membelah, terdapat ruang antar
sel, dinding sel tebal, sedikit plasma sel, vakuola besar, terkadang selnya
sudah mati. Berdasarkan jumlah tipe sel penyusunya, jaringan permanen dibedakan
menjadi dua yaitu jaringan sederhana dan jaringan kompleks. Jaringan sederhana
merupakan jaringan homogen yang terdiri atas satu tipe sel, contohnyan
parenkim, kolenkimdan sklerenkim. Sedngkan jaringan kompleks merupakan jaringan
heterogen yang terdiri atas dua tipe sel atau lebih, contohnya xilem, floem dan
epidermis. Jaringan permanen berdasarkan fungsinya dibedakan menjadi jaringan
epidermis (pelindung), jaringan dasar (parenkim), jaringan penyokong dan
jaringan pengangkut (vaskuler). Jaringan
epidermis adalah jaringan yang tersususn dari lapisan sel-sel yang menutupi
permukaan organ tumbuhan. Jaringan ini berfungsi melindungi bagian dalam
tumbuhan dari segala pengaruh luar yang merugikan. Ciri-ciri jaringan epidermis
: umumnya terdiri dari satu lapis sel. Namun pada beberapa jenis tumbuhan,
epidermis terdiri atas beberapa sel karena sel protoderm membelah beberapa kali
secara periklin (sejajar permukaan). Jaringan ini memiliki sel-sel yang
tersusun rapat tanpa ruang antar sel. Jaringan epidermis memiliki bentuk sel
bervariasi, memiliki banyak vakuola dan protoplasma yang dapat menyimpan
berbagai hasil metabolisme. Ketebalan dinding sel epidermis berbeda-beda ada
yang mengandung lignin, kutikula dan pektin. Sel-sel inisial epidermis sebagian
dapat berkembang dan bermodifikasi menjadi alat-alat tambahan lain yang disebut
derivat epidermis seperti stomata (mulut daun), trikoma (rambut-rambut),
emergensia, spina (duri), sel
kipas dan masih banyak lagi.
Jaringan parenkim meruapakan jaringan yang terbentuk
dari sel-sel hidup dengan struktur marfologi yang bervariasiyang bertanggung
jawab terhadap segala proses fisiologis jaringan ini dapat dijumpai disetiap
bagian tumbuhan. Ciri-ciri jaringan parenkim adalah : merupakan sel hidup
berukuran besar yang pada umumnya berdinding primer tipis dan berebentuk
polihedron yang memiliki inti sel dan banyak vakuola. Sel-selnya memilki ruang
antar sel sehingga letak sel tidak rapat. Sel epidermis bersifat meristematik
karena sel-selnya dapat membelah diri bahkan ketika dewasa sehingga berperan
penting adalam regenerasi. Berdasarkan fungsinya jaringan parenkim dibedakan
menjadi 6 yaitu parenkim asimilasi, parenkim penimbun, parenkim air. Parenkim
udara (aerenkim), parenkim pengangkut dan parenkim penutup luka. Sedangkan
berdasarkan bentuknya jaringan parenkim dibagi menjadi empat macam anatara lain
parenkim palisade, parenkim bunga karang, parenkim bintang (aktinenkim) dan
parenkim lipatan.
Jaringan penyokong adalah jaringan yang menunjang
bentuk tubuh tumbuhan. Ciri-ciri jaringan penyokong yaitu memiliki dinding sel
yang tebal dan kuat, serta telah mengalami spesialisasi pada sel-selnya. Fungsi
jaringan penyokong antara lain menegakkan batang dan menguatkan daun,
melindungi tumbuhan dari gangguan mekanis, melindungi embrio di dalam biji,
melindungi jaringan pengangkut (vaskuler) dan memperkuat jaringan aerenkim.
Berdasarkan bentuk dan sifatnya jaringan penyokong dibedakan menjadi dua yaitu
jaringan kolenkim dan sklerenkim. Jaringan kolenkim merupakan jaringan penguat
pada organ-organ tumbuhan yang masih aktif mengadakan pertumbuhan dan
perkembangan. Jaringan ini terdapat pada batang, daun, bagian-bagian bunga dan
buah serta pada akar yang terkena cahaya matahari. Ciri-ciri jaringan kolenkim
antara lain tersususn dari sel-sel yang hidup yang ukuran dan bentuk selnya
beragam. Penebalan dinding selnya tidak teratur. Isi selnya dapat mengandung
kloroplas dan tanin. Jaringan sklerenkim merupakan jaringan penguat pada organ
tumbuhan yang sudah berhenti melakukan pertumbuhan dan perkembangan. Ciri-ciri
jaringan skerenkim yaitu sel-selnya memiliki dinding sekunder yang tebal,
biasanya mengandung zat lignin, bersifat kenyal dan tidak mengandung protoplas
karena sel-selnya telah mati. Jaringan sklerenkim dikelompokkan menjadi dua
jenis yaitu serabut (serat-serat) sklerenkim dan sklereid (sel batu).
Jaringan pengangkut adalah jaringan pada tumbuhan
tingkat tinggi yang berfungsi mengangkut air, garam-garam mineral serta zat
makanan hasil fotosintesis. Jaringan pengangkut pada tumbuhan adalah xilem dan floem.
Xilem berfungsi mengangkut air dan garam mineral dari akar ke daun. Sel-selnya
telah mati, berdinding tebal dan mengandung zat lignin. Komponen pembentuk
xilem yaitu unsur trakeal, serat xilem
dan parenkim xilem. Floem berfungsi mengangkut dan mendistribusikan zat makanan
hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan. Floem tersusun dari
sel-sel hidup dan mati. Komponen pembentuk floem antara lain unsur tapis, sel
pengiring (sel tentangga), serat floem, parenkim floem, dan sel albumin (hanya
pada Gymnospermae). Tipe-tipe berkas pengangkut ada tiga yaitu tipe koleteral,
tipe konsentris dan tipe radial. Tipe koleteral yaitu xilem dan floem terletak
berdampingan, floem berada di bagian luar xilem. Tipe kolateral dibedakan lagi
menjadi tiga macam yaitu kolateral terbuka, kolateral tertutup dan bikolateral.
Jika antara floem dan xilem terdapat kambium maka disebut kolateral terbuka.
Jika antara xilem dan floem tidak ada kambium dan dihubungkan oleh jaringan
parenkim disebut kolateral tertutup. Dan disebut bikolateral apabila terdapat
floem luar, floem dalam, kambium luar dan kambium dalam dengan urutan posisi
dari luar ke dalam yaitu floem luar, kambium luar, xilem, kambium dalam dan
floem dalam. Tipe konsentris jika xilem dikelilingi atau sebaliknya. Apabila
xilem berada di tengah dan dikelilingi floem maka disebut tipe konsentris
amfikibral. Sedangkan bila floem berada di tengah dan dikelilingi xilem disebut
tipe konsentris amfivasal. Tipe radial jika letak xilem dan floem bergantian
sesuai dengan jari-jari lingkaran.
Jaringan sekretori merupakan sekumpulan sel yang
berfungsi menghasilkan suatu zat. Macam jaringan sekretori antara lain sealuran
getah, sel-sel resin dan minyak, sel-sel lendir, sel-sel penyamak, dan sel-sel
mirosin.
Organ tumbuhan merupakan kumpulan dari beberapa
jaringan yang memiliki tujuan atau peranan tertentu dalam tubuh. Organ tumbuhan
dibedakan menjadi dua yaitu organ vegetatif (akar,batang,daun) dan organ
generatif (bunga,buah dan biji).
Akar berdasarkan asalnya dibedakan menjadi akar
primer (akar normal) dan akar liar. Akar primer tumbuh sejak embrio hingga
tumbuhan mati, berfungsi menegakkan tumbuhan serta menyerap air dan garam-garam
mineral. Akar liar muncul dari batang, daun dan jaringan lainya, dapat nersifat
permanen atau temporer serta dapat tumbuh mencapai tanah atau tidak sampai
menyentuh tanah. Fungsi akar liar adalah untuk menyerap air atau mengalami
modifikasi menjadi organ untuk menyerap, menopang dang sebagai haustoria (akar
pada tumbuhan parasit). Secara umum akar terdiri dari tudung akar, epidermis,
korteks, endodermis dan stele.
Batang merupakan bagian tumbuhan yang terletak di atas permukaan tanah yang
berfungsi menopang daun, bunga dan buah. Bagian batang tempat munculnya daun
disebut buku (nodus). Bagian antara dua buku disebuat ruas (internodus).
Panjang ruas beragam pada spesies tumbuhan yang berbeda. Pada setiap buku
terdapat daun yang berjumlah satu, dua atau lebih. Susunan daun (filotaksis)
berbeda-beda ada yang berhadapan (dua daun) atau terpusat (lebih dari dua
daun). Secara umum batang dan akar memiliki struktur relatif sama, keduanya
memiliki stele dengan xilem dan floem, perisikel, endodermis, korteks dan
epidermis. Perbedaanya terletak pada struktur berkas pengangkutnya yaitu berkas
xilem dan floem pada akar
terletak dalam radius yang berbeda dan terpisah, sedangkan berkas xilem dan
floem pada batang terletak dalam
radius sama atau bersebelahan. Batang
memiliki tiga bagian pokok yaitu epidermis, korteks dan modifikasi stele
(silinder pusat). Pada tumbuhan dikotil bagian-bagian tersebut tampak jelas. Namun, pada tumbuhan
monokotil batas antara korteks dan stele kurang jelas.
Daun merupakan salah satu organ tumbuhan yang
berperan sebagai pabrik pengolahan makanan bagi sebagian besar tumbuhan. Daun dapat
dibedakan menjadi dorsiventral dan isobilateral. Daun tipe dorsiventral
memiliki jaringan palisade hanya pada sisi atas daun, sehingga permukaan
atas daun nampak lebih cerah daripada permukaan bagian bawahnya. Daun
dorsiventral biasanya tumbuh horizontal dan terdapat pada hampir semua daun
tumbuhan dikotil. Daun tipe isobilateral memiliki struktur yang seragam antara
permukaan atas dan bawahnya. Daun isobilateral tumbuh vertikal sehingga kedua
daun dapat menerima intensistas cahaya matahari yang sama. Daun jenis ini
terdapat pada hampir semua daun tumbuhan monokotil dan beberapa jenis dikotil.
Secara umum daun tersusun dari jaringan pelindung (epidermis dan
modifikasinya), jaringan dasar (mesofil), jaringan pengangkut, jaringan penguat
dan jaringan sekretori.
BAB V
PENUTUP
5.1
Kesimpulan
Jaringan adalah sekumpulan sel
yang memiliki bentuk, struktur dan fungsi yang sama. Beberapa jaringan yang berbeda
kemudian berkumpul membentuk suatu organ misalnya batang, akar, daun, biji,
buah dan bunga.
Tumbuhan adalah organisme
eukariotik yang multiseluler. Tumbuhan berbiji tertutup dibagi ke dalam dua
kelompok besar yaitu monokotil (tumbuhan berkeping satu) dan dikotil (tumbuhan
berkeping dua).
Jaringan yang
menyusun akar monokotil adalah epidermis, korteks, endodermis, kambium,
dan jaringan pengangkut. Jaringan yang menyusun akar dikotil
adalah epidermis, korteks, endodermis dan jaringan
pengangkut.
Jaringan yang menyusun batang
monokotil adalah epidermis, korteks, dan jaringan pengangkut. Jaringan yang
menyusun batang dikotil adalah epidermis,
korteks, endodermis, perisikel, dan jaringan pengankut.
Jaringan yang
menyusun daun dikotil adalah epidermis, jaringan
tiang, stomata, jaringan pengangkut, dan epidermis bawah. Jaringan yang menyusun daun
monokotil adalah epidermis, jaringan spons, stomata,
jaringan pengangkut, dan epidermis bawah.
Daftar
Pustaka
Ciri tumbuhan. http://www.materisma.com/2014/03/ciri-ciri-tumbuhan-dikotil-dan.html.
diunduh pada 23 Oktober 2014 pukul 20:20
Septianing,
Rasti. 2014. Panduan Blejar Biologi 2A. Jakarta : Yudhistira.
Irnaningtyas.
2014. Biologi. Jakarta : Erlangga.
Irnaningtyas.
2013. Biologi. Jakarta : Erlangga.









Tidak ada komentar:
Posting Komentar