PENDAHULUAN
I.
JUDUL KEGIATAN
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi
II.
WAKTU dan TEMPAT MELAKUKAN PRAKTIKUM
Hari Tanggal : Selasa, 4 November 2014
Waktu : 08.30-10.00
Tempat : Laboratorium kimia SMAN 2 Lamongan
III.
LATAR
BELAKANG
Mengapa ketika ibu memasak daging sapi,
daging tersebut harus dipotong-potong terlebih dahulu? Mengapa adik kalian yang
masih kecil ketika minum obat, obatnya dalam bentuk serbuk (puyer) bukan berupa
pil? Contoh lain adalah pada proses peragian singkong untuk pembuatan tape.
Ragi gelondong harus dihancurkan dahulu kemudian ditaburkan pada singkong. Beberapa
peristiwa tersebut, semua menggambarkan perbedaan ukuran partikel dari zat yang
bereaksi. Tujuan dari pengunyahan, pemotongan daging, bentuk obat serbuk, dan penghalusan
ragi untuk memperkecil ukuran partikel. Jika ukuran partikel semakin kecil, maka
reaksi akan berjalan semakin cepat. Mengapa demikian?
Pada pembahasan sebelumnya, kalian telah belajar faktor ukuran
partikel zat padat yang berpengaruh terhadap laju reaksi. Jika yang direaksikan
dalam larutan, maka faktor yang mempengaruhi laju reaksi adalah molaritas.
Mengapa es teh dibuat dari air teh panas
ditambah gula baru kemudian diberi es batu? Mengapa tidak dari air teh dingin
baru ditambah gula? Reaksi kimia cenderung berlangsung lebih cepat pada suhu
yang lebih tinggi. Demikian pula sebaliknya, kita juga bisa memperlambat reaksi
dengan menurunkan suhu. Misal proses pembusukan makanan atau buah-buahan dapat
diperlambat dengan mendinginkannya di lemari es atau freezer.
IV.
LANDASAN TEORI
Sifat alami suatu reaksi. Beberapa
reaksi memang secara alami lambat atau lebih cepat dibandingkan yang lain.
Jumlah spesies yang ikut bereaksi serta keadaan fisik reaktan, ataupun
kekompleksan jalanya (mekanisme reaksi) dan factor lain sangat menentukan
kecepatan laju reaksi.
Reaksi
kimia dapat dipercepat atau diperlambat dengan cara memberi perlakuan tertentu.
Beberapa perlakuan yang dapat mempengaruhi kecepatan terjadinya reaksi
dinamakan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap laju reaksi. Banyak faktor
yang dapat mempengaruhi cepat lambatnya reaksi. Faktor-faktor tersebut antara
lain ukuran materi, suhu, pengadukan, tekanan gas, molaritas, katalisator,
inhibitor, dan sebagainya.
Dengan semakin kecil ukuran suatu materi, maka mengandung
arti memperluas permukaan sentuh materi tersebut. Jika ukuran partikel suatu
benda semakin kecil, maka akan semakin banyak jumlah total permukaan benda
tersebut. Oleh karena itu, luas permukaan semakin banyak maka kemungkinan terjadinya
tumbukan antarpermukaan partikel akan semakin sering. Hal ini dapat mempercepat
terjadinya reaksi.
Suatu larutan dengan molaritas tinggi tentu
mengandungmolekul-molekul yang lebih rapat dibandingkan dengan molaritas
larutan rendah. Larutan dengan molaritas tinggi merupakan larutan pekat dan
larutan dengan molaritas rendah merupakan larutan encer. Pada larutan pekat,
letak molekulnya rapat sehingga sering terjadi tumbukan dibandingkan dengan larutan
encer. Itulah sebabnya, jika molaritas larutan yang direaksikan semakin besar,
maka laju reaksinya juga semakin besar.
Suhu mempunyai hubungan linear dengan gerakan molekul. Jika
suhu semakin tinggi, maka molekul-molekul dalam materi akan semakin cepat
bergerak. Akibatnya frekuensi terjadinya tumbukan semakin besar. Hal ini dapat mempercepat
laju reaksi.
V.
RUMUSAN MASALAH
1.
Adakah pengaruh luas permukaan terhadap laju reaksi?
2.
Adakah pengaruh suhu terhadap laju
reaksi?
3.
Adakah pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi?
VI.
TUJUAN
1.
Untuk mengetahui adanya pengaruh luas permukaan
terhadap laju
reaksi
2.
Untuk mengetahui adanya pengaruh suhu terhadap laju reaksi
3.
Untuk mengetahui adanya pengaruh konsentrasi
larutan terhadap laju
reaksi
PRAKTIKUM I
I. JUDUL PRAKTIKUM
Luas
Permukaan Terhadap Laju Reaksi
II. TUJUAN
Mengamati Pengaruh Luas Permukaan
Terhadap Laju Reaksi
III. ALAT
DAN BAHAN
1. Tabung
reaksi 2 buah
2. Rak
tabung reaksi 1
buah
3. Lumpang
porselen 1
buah
4. Alu
porselen 1
buah
5. Kapur 2
keping
6. Larutan
HCl 0,1 M 25
ml
7. Pipet
tetes 1
buah
IV. CARA
KERJA
1.
Mengambil 2 tabung reaksi yang diisi
larutan HCl 0,1 M sampai setengahnya
2.
Mengambil 2 keping kapur yang
ukurannya sama. Salah satu keping kapur dihaluskan dengan menggunakan lumpang
porselen dan membiarkan yang satunya dalam bentuk kepingan
3.
Memasukkan kepingan kapur ke dalam
tabung pertama dan kapur yang telah dihaluskan ke dalam tabung ke dua. Hal itu
dilakukan secara bersamaan.
4.
Mengamati gelembung gas yang
terbentuk
V. PENGAMATAN
|
No
|
Kapur
|
Larutan HCl
|
Keterangan
|
|
1
|
Yang
dihaluskan
|
0,1 M
|
Lebih cepat bereaksi
|
|
2
|
Bentuk
kepingan
|
0,1 M
|
Lebih lama bereaksi
|
- Pada tabung reaksi 1, direaksikan larutan HCl 0,1 M dengan kapur yang dihaluskan (CaCO3) lebih cepat bereaksi
- Pada tabung reaksi 2, direaksikan larutan HCl 0,1 M dengan butiran kecil batu pualam (CaCO3) lebih lama bereaksi
Persamaan
Reaksinya :
CaCO3(s)+2HCl(aq)
––––––> CaCl2(aq)+H2O(l)+CO2(g)
VI. KESIMPULAN
Semakin
luas permukaan suatu senyawa atau zat, semakin cepat laju reaksinya.
VII.
DISKUSI
Semakin luas permukaan berarti
bidang sentuh atau permukaannya semakin luas, sehingga akan semakin banyak
tumbukan yang terjadi. Maka terjadinya tumbukan efektif semakin banyak pula,
sehingga reaksi akan bertambah cepat.
VIII. KETERANGAN
GAMBAR :
![]() |
|||
![]() |
|||
PRAKTIKUM II
I.
JUDUL PRAKTIKUM
Pengaruh Konsentrasi Terhadap Laju Reaksi
II.
TUJUAN
Mengamati Pengaruh Konsentrasi
Terhadap Laju Reaksi
III.
ALAT DAN BAHAN
- Tabung reaksi 2 buah
- Rak tabung 1 buah
- Larutan HCl 0,1 M 12,5 ml
- Larutan HCl 2 M 12,5 ml
- Kapur 2 keping
- Pipet tetes 2 buah
IV.
CARA KERJA
- Mengambil dua tabung reaksi, mengisi tabung reaksi pertama dengan larutan HCl 0,1M dan pada tabung reaksi kedua larutan HCl 2M.
- Mengambil dua keeping kapur yang ukurannya sama. Memasukkan keping yang pertama pada tabung yang berisi HCl 0,1M dan keping kedua pada tabung larutan HCl 2M.
- Mengamati gelembung-gelembung gas yang terjadi pada tabung perama dan kedua.
V.
PENGAMATAN
|
No
|
Kapur
|
Larutan HCl
|
Keterangan
|
|
1.
|
Kapur I
|
0,1M
|
Lebih lambat bereaksi
|
|
2.
|
Kapur II
|
2M
|
Lebih cepat bereaksi
|
- Pada tabung reaksi 1, direaksikan pita magnesium (Mg) ± 2cm dengan larutan HCl 1M dengan waktu 6,30 detik.
- Pada tabung reaksi 2, direaksikan pita magnesium (Mg) ± 2cm dengan larutan HCl 2M dengan waktu 2,35 detik.
Persamaan reaksinya :
CaCO3(s)+2HCl(aq)
––––––> CaCl2(aq)+H2O(l)+CO2(g)
VI.
KESIMPULAN
Semakin tinggi konsentrasi larutan maka semakin cepat
reaksinya.
VII.
DISKUSI
Semakin besar konsentrasi pereaksi,
maka semakin banyak partikel yang bereaksi, sehingga makin banyak partikel yang
bergerak. Maka tumbukan akan lebih sering terjadi termasuk banyak terjadi
tumbukan efektif, akibatnya reaksi akan semakin cepat.
VIII.
KETERANGAN GAMBAR :
KETERANGAN GAMBAR :


PRAKTIKUM III
I.
JUDUL
Pengaruh Suhu Terhadap Laju Reaksi
II.
TUJUAN
Mengamati Pengaruh Suhu Terhadap
Laju Reaksi
III.
ALAT DAN BAHAN
- Gelas kimia 50 cm3 2 buah
- Termometer
- Stopwatch 1 buah
- Larutan Na2S2O3 0,1M 100 ml
- Larutan HCl 0,1M 20 ml
- Kertas putih bertanda silang
- Pipet tetes 2 buah
- Kaki tiga dan kasa 1 buah
- Lampu spiritus 1 buah
IV.
CARA KERJA
I.
Membuat tanda silang pada satu helai
kertas.
II.
Memasukkan 50ml larutan Na2S2O3
0,1M ke dalam gelas kimia I, mengukur suhu dan mencatat. Menempatkan gelas kimia di atas
tanda silang.
III.
Menambahkan 10 ml HCl 0,1M pada
gelas kimia I. Mencatat waktu penambahan sampai tanda silang tepat tidak
terlihat.
IV.
Memasukkan 50 ml larutan Na2S2O3
0,1M pada gelas kimia II dan dipanaskan sampai suhunya naik 10°C di
atas suhu larutan yang pertama. Meletakkan di atas tanda silang kemudian menambahkan
larutan HCl 0,1M. Mencatat waktu sejak penambahan sampai tanda silang tidak
terlihat lagi dari atas larutan.
V.
PENGAMATAN
|
Percobaan Ke-
|
Suhu Larutan Na2S2O3
|
Waktu
|
|
1
|
30°C
|
95 detik
|
|
2
|
40°C
|
16,80 detik
|
Persamaan
reaksinya :
Na2S2O3
+ 2HCl > 2NaCl + H2O
+ S + SO2
VI.
KESIMPULAN
Semakin
tinggi suhu suatu larutan semakin cepat laju reaksinya.
VII.
DISKUSI
Semakin
tinggi suhu, suatu energi suatu zat akan bertambah, sehingga energi
kinetik partikel akan makin cepat, berarti terjadinya tumbukan akan bertambah
sehingga tumbukan efektif antar partikel akan makin cepat, akibatnya
reaksi akan bertambah cepat.
VIII.
KETERANGAN GAMBAR :


Tidak ada komentar:
Posting Komentar