Sabtu, 25 Juni 2016

Laporan Kimia Laju Reaksi



PENDAHULUAN
I.            JUDUL KEGIATAN
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi

II.            WAKTU dan TEMPAT MELAKUKAN PRAKTIKUM
Hari Tanggal : Selasa, 4 November 2014
Waktu : 08.30-10.00
Tempat : Laboratorium kimia SMAN 2 Lamongan

III.            LATAR BELAKANG
Mengapa ketika ibu memasak daging sapi, daging tersebut harus dipotong-potong terlebih dahulu? Mengapa adik kalian yang masih kecil ketika minum obat, obatnya dalam bentuk serbuk (puyer) bukan berupa pil? Contoh lain adalah pada proses peragian singkong untuk pembuatan tape. Ragi gelondong harus dihancurkan dahulu kemudian ditaburkan pada singkong. Beberapa peristiwa tersebut, semua menggambarkan perbedaan ukuran partikel dari zat yang bereaksi. Tujuan dari pengunyahan, pemotongan daging, bentuk obat serbuk, dan penghalusan ragi untuk memperkecil ukuran partikel. Jika ukuran partikel semakin kecil, maka reaksi akan berjalan semakin cepat. Mengapa demikian?
Pada pembahasan sebelumnya, kalian telah belajar faktor ukuran partikel zat padat yang berpengaruh terhadap laju reaksi. Jika yang direaksikan dalam larutan, maka faktor yang mempengaruhi laju reaksi adalah molaritas.
Mengapa es teh dibuat dari air teh panas ditambah gula baru kemudian diberi es batu? Mengapa tidak dari air teh dingin baru ditambah gula? Reaksi kimia cenderung berlangsung lebih cepat pada suhu yang lebih tinggi. Demikian pula sebaliknya, kita juga bisa memperlambat reaksi dengan menurunkan suhu. Misal proses pembusukan makanan atau buah-buahan dapat diperlambat dengan mendinginkannya di lemari es atau freezer.

IV.            LANDASAN TEORI
Sifat alami suatu reaksi. Beberapa reaksi memang secara alami lambat atau lebih cepat dibandingkan yang lain. Jumlah spesies yang ikut bereaksi serta keadaan fisik reaktan, ataupun kekompleksan jalanya (mekanisme reaksi) dan factor lain sangat menentukan kecepatan laju reaksi.
Reaksi kimia dapat dipercepat atau diperlambat dengan cara memberi perlakuan tertentu. Beberapa perlakuan yang dapat mempengaruhi kecepatan terjadinya reaksi dinamakan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap laju reaksi. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi cepat lambatnya reaksi. Faktor-faktor tersebut antara lain ukuran materi, suhu, pengadukan, tekanan gas, molaritas, katalisator, inhibitor, dan sebagainya.
Dengan semakin kecil ukuran suatu materi, maka mengandung arti memperluas permukaan sentuh materi tersebut. Jika ukuran partikel suatu benda semakin kecil, maka akan semakin banyak jumlah total permukaan benda tersebut. Oleh karena itu, luas permukaan semakin banyak maka kemungkinan terjadinya tumbukan antarpermukaan partikel akan semakin sering. Hal ini dapat mempercepat terjadinya reaksi.
Suatu larutan dengan molaritas tinggi tentu mengandungmolekul-molekul yang lebih rapat dibandingkan dengan molaritas larutan rendah. Larutan dengan molaritas tinggi merupakan larutan pekat dan larutan dengan molaritas rendah merupakan larutan encer. Pada larutan pekat, letak molekulnya rapat sehingga sering terjadi tumbukan dibandingkan dengan larutan encer. Itulah sebabnya, jika molaritas larutan yang direaksikan semakin besar, maka laju reaksinya juga semakin besar.
Suhu mempunyai hubungan linear dengan gerakan molekul. Jika suhu semakin tinggi, maka molekul-molekul dalam materi akan semakin cepat bergerak. Akibatnya frekuensi terjadinya tumbukan semakin besar. Hal ini dapat mempercepat laju reaksi.



V.            RUMUSAN MASALAH
1.    Adakah pengaruh luas permukaan terhadap laju reaksi?
2.     Adakah pengaruh suhu terhadap laju reaksi?
3.    Adakah pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi?
VI.            TUJUAN
1.         Untuk mengetahui adanya pengaruh luas permukaan terhadap laju reaksi
2.         Untuk mengetahui adanya pengaruh suhu terhadap laju reaksi
3.         Untuk mengetahui adanya pengaruh konsentrasi larutan terhadap laju reaksi






















PRAKTIKUM I
I.       JUDUL PRAKTIKUM
Luas Permukaan Terhadap Laju Reaksi

II.    TUJUAN
Mengamati Pengaruh Luas Permukaan Terhadap Laju Reaksi

III. ALAT DAN BAHAN
1.      Tabung reaksi                                                  2 buah
2.      Rak tabung reaksi                                           1 buah
3.      Lumpang porselen                                           1 buah
4.      Alu porselen                                                    1 buah
5.      Kapur                                                              2 keping
6.      Larutan HCl 0,1 M                                         25 ml
7.      Pipet tetes                                                       1 buah
IV. CARA KERJA
1.         Mengambil 2 tabung reaksi yang diisi larutan HCl 0,1 M sampai setengahnya
2.         Mengambil 2 keping kapur yang ukurannya sama. Salah satu keping kapur dihaluskan dengan menggunakan lumpang porselen dan membiarkan yang satunya dalam bentuk kepingan
3.         Memasukkan kepingan kapur ke dalam tabung pertama dan kapur yang telah dihaluskan ke dalam tabung ke dua. Hal itu dilakukan secara bersamaan.
4.         Mengamati gelembung gas yang terbentuk

V.    PENGAMATAN
No
Kapur
Larutan HCl
Keterangan
1
Yang dihaluskan
0,1 M
Lebih cepat bereaksi
2
Bentuk kepingan
0,1 M
Lebih lama bereaksi

  1. Pada tabung reaksi 1, direaksikan larutan HCl 0,1 M dengan kapur yang dihaluskan (CaCO3) lebih cepat bereaksi
  2. Pada tabung reaksi 2, direaksikan larutan HCl 0,1 M dengan butiran kecil batu pualam (CaCO3) lebih lama bereaksi
Persamaan Reaksinya :
CaCO3(s)+2HCl(aq) ––––––> CaCl2(aq)+H2O(l)+CO2(g)
VI. KESIMPULAN
Semakin luas permukaan suatu senyawa atau zat, semakin cepat laju reaksinya.
VII.          DISKUSI
Semakin luas permukaan berarti bidang sentuh atau permukaannya semakin luas, sehingga akan semakin banyak tumbukan yang terjadi. Maka terjadinya tumbukan efektif semakin banyak pula, sehingga  reaksi akan bertambah cepat.




VIII.       KETERANGAN GAMBAR :





SAM_1892.JPG



SAM_1893.JPG
 

























PRAKTIKUM II
I.            JUDUL PRAKTIKUM
Pengaruh Konsentrasi Terhadap Laju Reaksi

II.            TUJUAN
Mengamati Pengaruh Konsentrasi Terhadap Laju Reaksi

III.            ALAT DAN BAHAN
  1. Tabung reaksi                                                  2 buah
  2. Rak tabung                                                      1 buah
  3. Larutan HCl 0,1 M                                         12,5 ml
  4. Larutan HCl 2 M                                            12,5 ml
  5. Kapur                                                              2 keping
  6. Pipet tetes                                                       2 buah
IV.            CARA KERJA
  1. Mengambil dua tabung reaksi, mengisi tabung reaksi pertama dengan larutan HCl 0,1M dan pada tabung reaksi kedua larutan HCl 2M.
  2. Mengambil dua keeping kapur yang ukurannya sama. Memasukkan keping yang pertama pada tabung yang berisi HCl 0,1M dan keping kedua pada tabung larutan HCl 2M.
  3. Mengamati gelembung-gelembung gas yang terjadi pada tabung perama dan kedua.
V.            PENGAMATAN
No
Kapur
Larutan HCl
Keterangan
1.
Kapur I
0,1M
Lebih lambat bereaksi
2.
Kapur II
2M
Lebih cepat bereaksi
  1. Pada tabung reaksi 1, direaksikan pita magnesium (Mg) ± 2cm dengan larutan HCl 1M dengan waktu 6,30 detik.
  2. Pada tabung reaksi 2, direaksikan pita magnesium (Mg) ± 2cm dengan larutan HCl 2M dengan waktu 2,35 detik.
Persamaan reaksinya :
CaCO3(s)+2HCl(aq) ––––––> CaCl2(aq)+H2O(l)+CO2(g) 
VI.            KESIMPULAN
Semakin tinggi konsentrasi larutan maka semakin cepat reaksinya. 
VII.            DISKUSI
Semakin besar konsentrasi pereaksi, maka semakin banyak partikel yang bereaksi, sehingga makin banyak partikel yang bergerak. Maka tumbukan akan lebih sering terjadi termasuk banyak terjadi tumbukan efektif, akibatnya reaksi akan semakin cepat.








VIII.            SAM_1894.JPGKETERANGAN GAMBAR :

Text Box: Larutan HCl 0,1M dimasuki kapurRounded Rectangle: 1Rounded Rectangle: 2 
Text Box: Larutan HCl 2 M dimasuki kapur 







Text Box: Lebih lama bereaksiRounded Rectangle: 1Rounded Rectangle: 2SAM_1895.JPG 
Text Box: Lebih cepat bereaksi 





PRAKTIKUM III
I.            JUDUL
Pengaruh Suhu Terhadap Laju Reaksi

II.            TUJUAN
Mengamati Pengaruh Suhu Terhadap Laju Reaksi

III.            ALAT DAN BAHAN
  1. Gelas kimia                          50 cm3                2 buah
  2. Termometer
  3. Stopwatch                                                       1 buah
  4. Larutan Na2S2O3                          0,1M                 100 ml
  5. Larutan HCl                         0,1M                  20 ml
  6. Kertas putih bertanda silang
  7. Pipet tetes                                                       2 buah
  8. Kaki tiga dan kasa                                          1 buah
  9. Lampu spiritus                                                1 buah
IV.            CARA KERJA
       I.            Membuat tanda silang pada satu helai kertas.
    II.            Memasukkan 50ml larutan Na2S2O3  0,1M ke dalam gelas kimia I, mengukur suhu  dan mencatat. Menempatkan gelas kimia di atas tanda silang.
 III.            Menambahkan 10 ml HCl 0,1M pada gelas kimia I. Mencatat waktu penambahan sampai tanda silang tepat tidak terlihat.
 IV.            Memasukkan 50 ml larutan Na2S2O3  0,1M pada gelas kimia II dan dipanaskan sampai suhunya naik 10°C di atas suhu larutan yang pertama. Meletakkan di atas tanda silang kemudian menambahkan larutan HCl 0,1M. Mencatat waktu sejak penambahan sampai tanda silang tidak terlihat lagi dari atas larutan.
V.            PENGAMATAN
Percobaan Ke-
Suhu Larutan Na2S2O3
Waktu
1
30°C
95 detik
2
 40°C
16,80 detik
Persamaan reaksinya :
Na2S2O3  + 2HCl          > 2NaCl + H2O + S + SO2
VI.            KESIMPULAN
Semakin tinggi suhu suatu larutan semakin cepat laju reaksinya.
VII.            DISKUSI
Semakin tinggi  suhu, suatu energi suatu zat akan bertambah, sehingga energi kinetik partikel akan makin cepat, berarti terjadinya tumbukan akan bertambah sehingga  tumbukan efektif antar partikel akan makin cepat, akibatnya reaksi akan bertambah cepat.
VIII.          KETERANGAN GAMBAR :
SAM_1898.JPG 


Rounded Rectangle: Penambahan larutan 10 ml HCl 0,1M ke 50ml larutan Na2S2O3  0,1M 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar