Sabtu, 25 Juni 2016

LAPORAN BIOLOGI SEL

LAPORAN HASIL PRAKTIKUM BIOLOGI TENTANG
SEL TUMBUHAN (Allium cepa) DAN
SEL HEWAN (Epitellium pipi)

XI MIA 1
PEMBIMBING              : WIWIK QOMARIYAH, S. Pd
NAMA KELOMPOK 5 :1. ANIS FAIZAH                             (05)
2.  INDAH DESI NAWAWI   (14)
3.  URFI NS YOGABAMA    (34)
4.  TUTUT ALAWIYAH                  (39)
TP. 2014/2015
SMA NEGERI 2 LAMONGAN

DAFTAR ISI


A.    Pengamatan sel epidermis Allium cepa
1.      Judul kegiatan                                           …………………………….1
2.      Waktu dan tempat melakukan praktikum …………………………….1
3.      Latar belakang masalah                             …………………………….1
4.      Tujuan                                                       …………………………….1
5.      Rumusan masalah                                     …………………………….1
6.      Alat dan bahan                                          …………………………….1
7.      Cara kerja                                                  …………………………….2
8.      Hasil pengamatan                                      …………………………….2
9.      Hasil diskusi                                              …………………………….3
B.     Pengamatan sel epitetellium pipi
1.      Judul kegiatan                                           …………………………….4
2.      Waktu dan tempat melakukan praktikum …………………………….4
3.      Latar belakang masalah                             …………………………….4
4.      Tujuan                                                       …………………………….4
5.      Rumusan masalah                                     …………………………….4
6.      Alat dan bahan                                          …………………………….4
7.      Cara kerja                                                  …………………………….5
8.      Hasil pengamatan                                      …………………………….5
9.      Hasil diskusi                                              …………………………….7
C.     Daftar pustaka                                                            …………………………….8
 

KATA PENGANTAR


            Pujisyukur kami haturkanataskehadirat Allah Yang MahaEsaatassegalarahmatdankarunia-Nyasehinggapenulisdapatmenyelesaikanlaporanpenelitianyakni “LaporanHasilPengamatanSelTumbuhan (Allium cepa) danSelHewan (Epitelliumpipi).”.
            Tidaklupa pula penulismenyampaikanterimakasih yang sedalam-dalamnyakepada:
1.      Bapak Drs. H. Khusnan M.Z., M.M selakuKepalaSekolahMenengahAtasNegeri 2 Lamongan yang selalumemacudanmendukung kami,
2.       Bu LulukQomariyahselaku guru matapelajaranbiologi yang senantiasamemberikanbimbingandanarahandalampenyelesaianlaporanpengamatanini.
3.      Serta, pihak-pihak yang telah membantu dalam penyelesaian laporan ini.
            Penulis menyadari bahwa laporan hasil pengamatan ini belum sempurna dan masih banyak kekurangan, oleh karena itu penulis berharap kritik dan saran yang membangun guna kesempurnaan penelitian ilmiah ini menjadi lebih baik.
            Akhirnya, penulis berharap semoga laporan hasil pengamatan ini bermanfaat bagi kami secara pribadi dan bagi yang membutuhkannya.
                                                                        Lamongan, 11 September 2014
                                                                                                                                                                            Penulis

                      I.            JUDUL KEGIATAN
Pengamatan  Sel Tumbuhan (Sel Epidermis Allium cepa)

                   II.            WAKTU/TEMPAT MELAKUKAN PRAKTIKUM
Hari, tanggal : Jum’at, 05 September 2014
Jam : 08.40-09.55
Tempat : Laboratorium Biologi SMAN 2 Lamongan

                 III.            LATAR BELAKANG MASALAH
Sel adalah unit terkecil penyusun makhluk hidup. Sel pertama kali dikenalkan oleh Robert Hooke pada tahun 1665 yang mengamati jaringan gabus pada tumbuhan yang merupakan kesatuan fungsional makhluk hidup. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Karena itulah sel dapat berfungsi secara autimon asalkan seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi .
Sel memiliki ukuran dan bentuk yang bermacam-macam. Ukuran dan bentuk sel berhubungan dengan fungsi yang dilakuakn oleh sel tersebut. Oleh karena itu, kami tertarik untuk mengamati ukuran, bentuk dan struktur sel tumbuhan (Allium cepa) dengan bantuan mikroskop cahaya.
                IV.            TUJUAN
Mengamati sel tumbuhan (Allium cepa) secara langsung.
                   V.            RUMUSAN MASALAH
Bagaimana bentuk sel tumbuhan (Allium cepa)?
                VI.            ALAT DAN BAHAN
·         Pinset
·         Cutter/silet
·         Kaca objek
·         Metilen biru
·         Pipet
·         Kaca penutup
·         Kamera
·         Tissue
·         Koran
·         Mikroskop
·         Bawang merah (Allium cepa)

              VII.            CARA KERJA
1.      Kami menyiapkan bawang merah, mikroskop dan alat-alat lainnya.
2.      Dengan menggunakan pinset kami mengupas bagian dalam (yang tampak seperti kertas tisu)
3.      Irisan kulit bawang diletakkan di kaca objek, kemudian kami menetesinya dengan metilen biru
4.      Secara perlahan kami meletakkan kaca penutup di atas kaca objek diawali dengan posisi miring
5.      Kami meletakkan preparat pada meja mikroskop
6.      Dengan saksama kami mecari fokus pada irisan kulit bawang menggunakan lensa objektif dengan kekuatan 40 kali perbesaran.
7.      Kami mengambil gambar melalui lensa okuler dengan menggunakan kamera

           VIII.            HASIL PENGAMATAN


 

                IX.            HASIL DISKUSI
Pertanyaan :
1.      Pada saat mengamati sel epidermis Allium cepa, apakah yang tampak?
2.      Bagaimanakah bentuk sel tumbuhan? Mengapa? Jelaskan!
3.      Buatlah Kesimpulannya!

Jawaban :
1.     
Dinding sel
 
                                                                                         
Sitoplasma
 
Nukleus
 
                                                                                         

                                                                                       
2.    Bentuknya seperti tumpukan batu bata. Bentuk sel epidermis Allium cepa adalah tetap, tidak berubah-ubah. Hal ini dikarenakan pada sel epidermis Allium cepa memiliki dinding sel. Dinding sel tersusun dari selulosa, pectin, tignin yang bersifat kaku atau keras sehingga membuat bentuk selnya tetap.
3.    Dari pengamatan yang kami lakukan, dapat disimpulkan bahwa :
-Pada sel epidermis Allium cepa terdapat dinding sel, sitoplasma dan nukleus.
-Memiliki bentuk yang tetap, karena memiliki dinding sel.
I.           JUDUL KEGIATAN
Mengamati Sel Hewan (Sel Epitelium pipi)

II.       WAKTU/TEMPAT MELAKUKAN PRAKTIKUM
Tempat : Laboratorium Biologi SMAN 2 Lamongan
Hari, tanggal : Jum’at, 05 September 2014
Jam : 08.40-09.55
III.     LATAR BELAKANG MASALAH
Sel adalah unit ter kecil penyusun makhluk hidup. Sel pertama kali dikenalkan oleh Robert hooke pada tahun 1665 yang mengamati jaringan gabus pada tumbuhan yang merupakan kesatuan fungsional makhluk hidup. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Karena itulah sel dapat berfungsi secara autimon asalkan seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi .
Sel memiliki ukuran dan bentuk yang bermacam-macam. Ukuran dan bentuk sel berhubungan dengan fungsi yang dilakuakn oleh sel tersebut. Oleh karena itu, kami tertarik untuk mengamati ukuran, bentuk dan struktur sel hewan (sel epitellium pipi )dengan bantuan mikroskop cahaya.
IV.     TUJUAN
Mengamati sel hewan (sel epitellium pipi ) secara langsung.
V.        RUMUSAN MASALAH
Bagaimana bentuk sel hewan (sel epithelium pipi )?
VI.     ALAT DAN BAHAN
·         Tusuk gigi tumpul
·         Kaca objek
·         Metilen biru
·         Kaca penutup
·         Kamera
·         Tissue
·         Koran
·         Mikroskop
·         Sel epitellium pipi
VII.   CARA KERJA
1.      Kami menyiapkan tusuk gigi, mikropkop dan alat-alat lainnya.
2.      Mengorekkan tusuk gigi ke pipi bagian dalam.
3.      Tusuk gigi dioleskkan ke tengah kaca objek
4.      Kami menetesinya dengan metilen biru.
5.      Secara perlahan kami meletakkan kaca penutup di atas kaca objek diawali dengan posisi miring
6.      Kami meletakkan preparat pada meja mikroskop
7.      Dengan saksama kami mecari fokus pada epiteluim pipi menggunakan lensa objektif dengan kekuatan 40 kali perbesaran.
8.      Kami mengambil gambar melalui lensa okuler dengan menggunakan kamera

VIII.HASIL PENGAMATAN


 

IX.     HASIL DISKUSI
Pertanyaan :
1.      Pada saat pengamatan sel epitellium pipi, nukleus tampak lebih jelas dan tajam. Mengapa? Jelaskan!
2.      Bagaimanakah bentuk sel hewan? Mengapa?Jelaskan!
3.      Buatlah kesimpulannya!
Jawaban :
1. Karena dalam inti sel terdapat benang-benang kromatin, yang mana benang-benang kromatin tersebut dapat menyerap zat warna lebi banyak. Sehingga nukleus tampak lebih jelas dn tajam.
2. Bentuknya tidak tetap, karena tidak memiliki dinding sel. Membran sel tersusun dari lemak dan lemak.
3. Dari pengamatan yang kami lakukan, dapat disimpulkan bahwa :
                - Pada sel epitellium pipi terdapat membrane sel, nucleus dan sitoplasma.
    - Padas el epitelium pipi tidak terdapat dinding sel.
    - Sel epitellium pipi memiliki bentuk yang tidak tetap.
DAFTAR PUSTAKA
Priadi Arif. 2009. Biology. Part II. Jakarta : Yudhistira.
Septianing Rasti, dkk. 2013. Biologi. 2A. Jakarta : Yudhistira.
http://www.slideshare.net/fadlilaha/nukleus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar