LAPORAN HASIL PRAKTIKUM BIOLOGI TENTANG
SEL TUMBUHAN (Allium
cepa) DAN
SEL HEWAN (Epitellium
pipi)
XI MIA 1
PEMBIMBING : WIWIK QOMARIYAH, S. Pd
NAMA KELOMPOK 5 :1. ANIS FAIZAH (05)
2.
INDAH DESI NAWAWI (14)
3. URFI
NS YOGABAMA (34)
4. TUTUT
ALAWIYAH (39)
TP. 2014/2015
SMA NEGERI 2
LAMONGAN
DAFTAR
ISI
A. Pengamatan
sel epidermis Allium cepa
1. Judul
kegiatan …………………………….1
2. Waktu
dan tempat melakukan praktikum …………………………….1
3. Latar
belakang masalah …………………………….1
4. Tujuan …………………………….1
5. Rumusan
masalah …………………………….1
6. Alat
dan bahan …………………………….1
7. Cara
kerja …………………………….2
8. Hasil
pengamatan …………………………….2
9. Hasil
diskusi …………………………….3
B. Pengamatan
sel epitetellium pipi
1. Judul
kegiatan …………………………….4
2. Waktu
dan tempat melakukan praktikum …………………………….4
3. Latar
belakang masalah …………………………….4
4. Tujuan …………………………….4
5. Rumusan
masalah …………………………….4
6. Alat
dan bahan …………………………….4
7. Cara
kerja …………………………….5
8. Hasil
pengamatan …………………………….5
9. Hasil
diskusi …………………………….7
C. Daftar
pustaka …………………………….8
KATA
PENGANTAR
Pujisyukur kami
haturkanataskehadirat Allah Yang
MahaEsaatassegalarahmatdankarunia-Nyasehinggapenulisdapatmenyelesaikanlaporanpenelitianyakni
“LaporanHasilPengamatanSelTumbuhan (Allium
cepa) danSelHewan (Epitelliumpipi).”.
Tidaklupa pula
penulismenyampaikanterimakasih yang sedalam-dalamnyakepada:
1. Bapak
Drs. H. Khusnan M.Z., M.M selakuKepalaSekolahMenengahAtasNegeri 2 Lamongan yang
selalumemacudanmendukung kami,
2. Bu LulukQomariyahselaku guru
matapelajaranbiologi yang senantiasamemberikanbimbingandanarahandalampenyelesaianlaporanpengamatanini.
3.
Serta,
pihak-pihak yang telah membantu dalam penyelesaian laporan ini.
Penulis
menyadari bahwa laporan hasil pengamatan ini belum sempurna dan masih banyak
kekurangan, oleh karena itu penulis berharap kritik dan saran yang membangun
guna kesempurnaan penelitian ilmiah ini menjadi lebih baik.
Akhirnya,
penulis berharap semoga laporan hasil pengamatan ini bermanfaat bagi kami
secara pribadi dan bagi yang membutuhkannya.
Lamongan, 11 September 2014
I.
JUDUL
KEGIATAN
Pengamatan Sel Tumbuhan
(Sel Epidermis Allium cepa)
II.
WAKTU/TEMPAT
MELAKUKAN PRAKTIKUM
Hari, tanggal
: Jum’at, 05 September 2014
Jam : 08.40-09.55
Tempat : Laboratorium Biologi SMAN 2 Lamongan
Jam : 08.40-09.55
Tempat : Laboratorium Biologi SMAN 2 Lamongan
III.
LATAR
BELAKANG MASALAH
Sel adalah unit terkecil penyusun
makhluk hidup. Sel pertama kali dikenalkan oleh Robert Hooke pada tahun 1665
yang mengamati jaringan gabus pada tumbuhan yang merupakan kesatuan fungsional
makhluk hidup. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel.
Karena itulah sel dapat berfungsi secara autimon asalkan seluruh kebutuhan
hidupnya terpenuhi .
Sel memiliki ukuran dan bentuk
yang bermacam-macam. Ukuran dan bentuk sel berhubungan dengan fungsi yang
dilakuakn oleh sel tersebut. Oleh karena itu, kami tertarik untuk mengamati
ukuran, bentuk dan struktur sel tumbuhan (Allium
cepa) dengan bantuan
mikroskop cahaya.
IV.
TUJUAN
Mengamati sel tumbuhan (Allium cepa) secara langsung.
V.
RUMUSAN
MASALAH
Bagaimana bentuk sel tumbuhan (Allium cepa)?
VI.
ALAT
DAN BAHAN
·
Pinset
·
Cutter/silet
·
Kaca
objek
·
Metilen
biru
·
Pipet
·
Kaca
penutup
·
Kamera
·
Tissue
·
Koran
·
Mikroskop
·
Bawang
merah (Allium cepa)
VII.
CARA
KERJA
1.
Kami
menyiapkan bawang merah, mikroskop dan alat-alat lainnya.
2.
Dengan
menggunakan pinset kami mengupas bagian dalam (yang tampak seperti kertas tisu)
3.
Irisan
kulit bawang diletakkan di kaca objek, kemudian kami menetesinya dengan metilen
biru
4.
Secara
perlahan kami meletakkan kaca penutup di atas kaca objek diawali dengan posisi
miring
5.
Kami
meletakkan preparat pada meja mikroskop
6.
Dengan
saksama kami mecari fokus pada irisan kulit bawang menggunakan lensa objektif
dengan kekuatan 40 kali perbesaran.
7.
Kami
mengambil gambar melalui lensa okuler dengan menggunakan kamera
VIII.
HASIL PENGAMATAN
HASIL PENGAMATAN![]() |

IX.
HASIL
DISKUSI
Pertanyaan :
1. Pada saat
mengamati sel epidermis Allium cepa,
apakah yang tampak?
2. Bagaimanakah
bentuk sel tumbuhan? Mengapa? Jelaskan!
3. Buatlah
Kesimpulannya!
Jawaban :
1. 

|
|
|
2. Bentuknya
seperti tumpukan batu bata. Bentuk sel epidermis Allium cepa adalah tetap, tidak berubah-ubah. Hal ini dikarenakan
pada sel epidermis Allium cepa
memiliki dinding sel. Dinding sel tersusun dari selulosa, pectin, tignin yang
bersifat kaku atau keras sehingga membuat bentuk selnya tetap.
3. Dari
pengamatan yang kami lakukan, dapat disimpulkan bahwa :
-Pada sel epidermis Allium cepa terdapat dinding sel, sitoplasma dan nukleus.
-Memiliki bentuk yang tetap, karena memiliki dinding
sel.
I.
JUDUL
KEGIATAN
Mengamati Sel
Hewan (Sel Epitelium pipi)
II.
WAKTU/TEMPAT
MELAKUKAN PRAKTIKUM
Tempat : Laboratorium Biologi SMAN 2 Lamongan
Hari, tanggal : Jum’at, 05 September 2014
Jam : 08.40-09.55
Hari, tanggal : Jum’at, 05 September 2014
Jam : 08.40-09.55
III.
LATAR
BELAKANG MASALAH
Sel adalah unit ter kecil
penyusun makhluk hidup. Sel pertama kali dikenalkan oleh Robert hooke pada
tahun 1665 yang mengamati jaringan gabus pada tumbuhan yang merupakan kesatuan
fungsional makhluk hidup. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam
sel. Karena itulah sel dapat berfungsi secara autimon asalkan seluruh kebutuhan
hidupnya terpenuhi .
Sel memiliki ukuran dan bentuk
yang bermacam-macam. Ukuran dan bentuk sel berhubungan dengan fungsi yang
dilakuakn oleh sel tersebut. Oleh karena itu, kami tertarik untuk mengamati
ukuran, bentuk dan struktur sel hewan (sel epitellium pipi )dengan
bantuan mikroskop cahaya.
IV.
TUJUAN
Mengamati sel hewan (sel epitellium pipi ) secara langsung.
V.
RUMUSAN
MASALAH
Bagaimana bentuk sel hewan (sel epithelium
pipi )?
VI.
ALAT
DAN BAHAN
·
Tusuk
gigi tumpul
·
Kaca
objek
·
Metilen
biru
·
Kaca
penutup
·
Kamera
·
Tissue
·
Koran
·
Mikroskop
·
Sel epitellium pipi
VII.
CARA
KERJA
1.
Kami
menyiapkan tusuk gigi, mikropkop dan alat-alat lainnya.
2.
Mengorekkan
tusuk gigi ke pipi bagian dalam.
3.
Tusuk
gigi dioleskkan ke tengah kaca objek
4.
Kami
menetesinya dengan metilen biru.
5.
Secara
perlahan kami meletakkan kaca penutup di atas kaca objek diawali dengan posisi
miring
6.
Kami
meletakkan preparat pada meja mikroskop
7.
Dengan
saksama kami mecari fokus pada epiteluim pipi menggunakan lensa objektif dengan
kekuatan 40 kali perbesaran.
8.
Kami
mengambil gambar melalui lensa okuler dengan menggunakan kamera
VIII.HASIL PENGAMATAN


![]() |

IX.
HASIL
DISKUSI
Pertanyaan :
Pertanyaan :
1.
Pada saat pengamatan sel epitellium pipi, nukleus
tampak lebih jelas dan tajam. Mengapa? Jelaskan!
2.
Bagaimanakah bentuk sel hewan? Mengapa?Jelaskan!
3.
Buatlah kesimpulannya!
Jawaban :
1. Karena dalam inti sel terdapat benang-benang kromatin, yang mana benang-benang kromatin tersebut dapat menyerap zat warna lebi banyak. Sehingga nukleus tampak lebih jelas dn tajam.
1. Karena dalam inti sel terdapat benang-benang kromatin, yang mana benang-benang kromatin tersebut dapat menyerap zat warna lebi banyak. Sehingga nukleus tampak lebih jelas dn tajam.
2. Bentuknya tidak tetap, karena tidak memiliki
dinding sel. Membran sel tersusun dari lemak dan lemak.
3. Dari pengamatan yang kami lakukan, dapat
disimpulkan bahwa :
- Pada sel epitellium pipi terdapat membrane sel, nucleus dan sitoplasma.
- Padas el epitelium pipi tidak terdapat dinding sel.
- Sel epitellium pipi memiliki bentuk yang tidak tetap.
- Pada sel epitellium pipi terdapat membrane sel, nucleus dan sitoplasma.
- Padas el epitelium pipi tidak terdapat dinding sel.
- Sel epitellium pipi memiliki bentuk yang tidak tetap.
DAFTAR PUSTAKA
Priadi Arif. 2009. Biology. Part II. Jakarta : Yudhistira.
Septianing Rasti, dkk. 2013. Biologi.
2A. Jakarta : Yudhistira.
http://www.slideshare.net/fadlilaha/nukleus


Tidak ada komentar:
Posting Komentar