LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA
PENENTUAN KADAR
CUKA PERDAGANGAN
XI MIA 1
PEMBIMBING : SUMIHARSIH, S. Pd
NAMA KELOMPOK 3 :1.
DWI NASHIRO M R (09)
2. IRMA SULIS
TIOWATI (15)
3. LULUK SA’DIYATUL
M. (18)
4. URFI
NS YOGABAMA (34)
TP. 2014/2015
SMA NEGERI 2 LAMONGAN
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat dan
karunia-Nya sehingga kami boleh membuat dan menyelesaikan laporan ini dengan
baik , ini semua karna tuntunan dan pernyertaan Tuhan . Kami tidak lupa
mengucapkan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa, terima kasih juga kepada
Guru Kimia yaitu Ibu Sumiharsih,S.Pd. yang telah membimbing kami agar dapat
mengerti tentang adanya kadar cuka perdagangan.
Laporan ini dibuat dengan tujuan agar pembaca dapat lebih memahami, mengerti
dan menambah ilmu pengetahuan tentang kadar cuka perdagangan yang kami sajikan
dari berbagai sumber baik itu dari sumber internet , buku , dan pemikiran kami
sendiri.
Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Mudah-mudahan dapat
memberikan atau menambah wawasan yang lebih luas lagi. Meskipun laporan ini
mempunyai kekurangan dan kelebihan, sebelumnya kami minta maaf dan kami memohon
kritik dan saran dari para pembaca. Terima Kasih.
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR.............................................................................................
i
DAFTAR ISI ..........................................................................................................ii
PENDAHULUAN
...................................................................................................1
I.
JUDUL KEGIATAN ..................................................................................1
II.
WAKTU dan TEMPAT
MELAKUKAN PRAKTIKUM ..........................1
III.
LATAR BELAKANG ................................................................................1
IV.
LANDASAN
TEORI...................................................................................1
PRAKTIKUM
PENENTUAN KADAR CUKA PERDAGANGAN......................3
I.
ALAT...........................................................................................................3
II.
BAHAN.......................................................................................................5
III.
CARA KERJA ............................................................................................6
IV.
PENGAMATAN .........................................................................................9
V.
KESIMPULAN..........................................................................................10
VI.
HASIL DISKUSI ......................................................................................10
VII.
KETERANGAN
GAMBAR .....................................................................11
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................12
PENDAHULUAN
I.
JUDUL KEGIATAN :
Menentukan Kadar Cuka Perdagangan
II.
TUJUAN PERCOBAAN :
Untuk menentukan kadar cuka
perdagangan
III.
WAKTU dan TEMPAT MELAKUKAN PRAKTIKUM
Hari Tanggal : Selasa, 10 Februari 2015
Waktu : 08.30-10.00
Tempat : Laboratorium kimia SMAN 2 Lamongan
IV.
LANDASAN TEORI :
Asidi
dan alkalimetri termasuk reaksi netralisasi yakni antara ion hidrogen yang
berasal dari asam dengan ion hidroksida yang berasal dari basa untuk
menghasilkan air yang bersifat netral. Netralisasi dapat juga dikatakan sebagai
reaksi antara pemberi proton (asam) dengan penerima proton (basa).
Asidimetri
adalah pengukuran konsentrasi asam dengan menggunakan larutan baku basa,
sedangkan alkalimetri adalah pengukuran konsentrasi basa dengan larutan baku
asam. Oleh sebab itu, keduanya disebut juga sebagai titrasi asam-basa. Titrasi
merupakan proses penentuan konsentrasi suatu larutan dengan mereaksikan larutan
yang sudah ditentukan konsentrasinya (larutan standar). Sedangkan titrasi
asam-basa adalah suatu titrasi dengan menggunakan reaksi asam-basa (reaksi
penetralan). Prosedur analisis pada titrasi asam basa ini adalah dengan titrasi
volumetri, yaitu mengukur volume dari suatu asam atau basa yang bereaksi.
Pada
saat terjadi perubahan warna indikator, titrasi dihentikan. Indikator berubah
warna pada saat titik ekuivalen tercapai. Pada titrasi asam-basa, dikenal
istilah titk ekuivalen dan titik akhir titrasi. Titk ekuivalen adalah titik
pada proses titrasi ketika asam dan basa tepat habis bereaksi. Untuk mengetahui
titik ekuivalen, digunakan indikator. Saat perubahan warna terjadi, saat itu
disebut titik akhir titrasi.
Proses
penentuan konsentrasi suatu larutan dipastikan dengan tepat dikenal sebagai
standarisasi. Suatu larutan standar kadang-kadang dapat disiapkan menggunakan
suatu sampel zat terlarut yang diinginkan, yang ditimbang dengan tepat, dalam
volume larutan yang diukur dengan tepat. Zat yang memadai dalam hal ini hanya
sedikit, disebut larutan standar primer.
Zat
yang digunakan untuk larutan standar primer harus memenuhi persyaratan berikut.
1. Mudah diperoleh dalam bentuk murni
maupun dalam keadaan yang diketahui kemurniannya.
2. Harus stabil.
3. Zat ini udah dikeringkan, tidak
higroskopis sehingga tidak menyerap uap air, tidak menyerap CO2 pada
waktu penimbanga.
Larutan
yang mempunyai konsentrasi molar yang diketahui, dapat dengan mudah digunakan
untuk reaksi-reaksi yang melibatkan prosedur kuantitatif. Kuantitas zat
terlarut dalam suatu volume larutan itu, dimana volume itu diukur dengan
teliti, dapat diketahui dengan tepat dari hubungandasar berikut ini:
Mol
= liter x konsentrasi molar
atau
Mol = mL x konsentrasi molar
Perhitungan-perhitungan
stokiometri yang melibatkan larutan yang diketahui molaritasnya bahkan lebih
sederhana lagi. Dengan definisi bobot ekuivalen, dua larutan akan bereaksi
dengan tepat satu sama lain bila keduanya mengandung gram ekuivalen yang sama.
Dalam hubungan ini, kedua normalitas harus dinyatakan dengan satuan yang sama,
demikian juga kedua volume.
PRAKTIKUM MENENTUKAN KADAR CUKA
PERDAGANGAN
I. ALAT
1.
Erlenmeyer 25
ml
2. Pipet tetes
3. Labu ukur
4. Pipet gondok 25
ml
5. Buret 25 ml
6. Gelas kimia
7. Corong gelas
II.
BAHAN
1. NaOH 0,1 M
2. Fenolfatelin
3. Asam cuka
perdagangan
4. Aquades
III. CARA
KERJA
1. Menyiapkan
semua bahan.
2. Membersihkan
semua alat dengan air.
3.
|
|
4. Mengambil 10 ml
larutan encer (dari erlenmeyer), kemudian masukkan ke dalam labu ukur 10 ml.
5. Menambahkan 2
tetes indikator fenolfatelin ke dalamnya.
6. Melakukan
titrasi dengan larutan standard NaOH 0,1 M hingga terjadi perubahan warna tepat
menjadi merah muda
7. Mencatat volume
NaOH yang dibutuhkan.
IV. PENGAMATAN
|
Tritasi
|
Volume
Cuka
|
Volume
NaOH (ml)
|
|
1
|
1
ml
|
5 ml
|
|
2
|
1
ml
|
4,5 ml
|
|
3
|
1
ml
|
4 ml
|
|
Rata-rata
|
1 ml
|
4,5 ml
|
|
No.
|
Perlakuan
|
Hasil Pengamatan
|
|
1.
2.
3.
|
5 ml larutan cuka dimasukkan ke dalam labu takar 25 ml
dan ditambahkan akuades sampai batas ukur.
Larutan tersebut diambil sebanyak 5 ml dan ditambahkan
1 tetes indikator PP
Larutan dititrasi larutan tersebut dengan larutan
standar NaOH
|
- Larutan tidak berwarna
- Larutan tidak berwarna
- Larutan berwarna merah muda
V awal NaOH = 33 ml
V akhir NaOH = 38 ml
V awal – V akhir = 38 ml – 33 ml = 5 ml
|
V. KESIMPULAN
Dari ketiga percobaan diperoleh 3
volume NaOH yaitu 5 ml, 4,5 ml, dan 4 ml. Untuk menentukan kadar cuka diperlukan volume NaOH yang
diperoleh dari rata – rata ketiga volume NaOH, yaitu 4,5 ml. Setelah didapat rata – rata
volume NaOH, kita dapat menentukan Molaritas cuka (CH3COOH) yaitu 4,5 M. Dengan Molaritas cuka (CH3COOH)
kita dapat menghitung kadar cuka yaitu sekitar 2,7%.
VI. HASIL DISKUSI
1.
Tuliskan reaksi yang terjadi antara
asam cuka dengan NaOH!
2.
Hitunglah kadar asam cuka perdagangan
(dalam g/100ml)!
Jawab :
1. CH3COOH(aq)+NaOH(aq) àCH2COONa
(aq)+ H2O (l)
2. V NaOH = 4,5
Kadar NaOH = M2
. V . Mr
= 0,1 . 0,1 . 4,5 . 60
= 2,7 %
VII.
KETERANGAN GAMBAR :
|
PARA PENELITI TITRASI ASAM
|
|
Percobaan 2
|
|
Percobaan 3
|
|
Percobaan 1
|
|
HASIL PERCOBAAN
|
DAFTAR PUSTAKA
http://ciciihariyani.blogspot.com
Partana, Crys Fajar.2009 dan Wiyarsih,
Antuni.
Mari Belajar Kimia 2 : Untuk SMAXI IPA. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional
Tidak ada komentar:
Posting Komentar