Sabtu, 25 Juni 2016

Laporan Kimia Kadar Cuka Perdagangan



LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA
PENENTUAN KADAR
CUKA PERDAGANGAN





XI MIA 1
PEMBIMBING              : SUMIHARSIH, S. Pd
NAMA KELOMPOK 3 :1. DWI NASHIRO M R         (09)
2.  IRMA SULIS TIOWATI (15)
3.  LULUK SA’DIYATUL M. (18)
4.  URFI NS YOGABAMA    (34)


TP. 2014/2015
SMA NEGERI 2 LAMONGAN




KATA PENGANTAR
           
           
            Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami boleh membuat dan menyelesaikan laporan ini dengan baik , ini semua karna tuntunan dan pernyertaan Tuhan . Kami tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa, terima kasih juga kepada Guru Kimia yaitu Ibu Sumiharsih,S.Pd. yang telah membimbing kami agar dapat mengerti tentang adanya kadar cuka perdagangan.
          Laporan ini dibuat dengan tujuan agar pembaca dapat lebih memahami, mengerti dan menambah ilmu pengetahuan tentang kadar cuka perdagangan yang kami sajikan dari berbagai sumber baik itu dari sumber internet , buku , dan pemikiran kami sendiri.
          Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Mudah-mudahan dapat memberikan atau menambah wawasan yang lebih luas lagi. Meskipun laporan ini mempunyai kekurangan dan kelebihan, sebelumnya kami minta maaf dan kami memohon kritik dan saran dari para pembaca. Terima Kasih.




                                                                                                Penulis
  



DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR............................................................................................. i
DAFTAR ISI ..........................................................................................................ii
PENDAHULUAN ...................................................................................................1
       I.            JUDUL KEGIATAN ..................................................................................1
    II.            WAKTU dan TEMPAT MELAKUKAN PRAKTIKUM ..........................1
 III.            LATAR BELAKANG ................................................................................1
 IV.            LANDASAN TEORI...................................................................................1
PRAKTIKUM PENENTUAN KADAR CUKA PERDAGANGAN......................3
       I.            ALAT...........................................................................................................3
    II.            BAHAN.......................................................................................................5
 III.            CARA KERJA ............................................................................................6
 IV.            PENGAMATAN .........................................................................................9
    V.            KESIMPULAN..........................................................................................10
 VI.            HASIL DISKUSI ......................................................................................10
VII.            KETERANGAN GAMBAR .....................................................................11

DAFTAR PUSTAKA............................................................................................12
  





PENDAHULUAN
I.            JUDUL KEGIATAN :
Menentukan Kadar Cuka Perdagangan

II.            TUJUAN PERCOBAAN :
Untuk menentukan kadar cuka perdagangan      

III.            WAKTU dan TEMPAT MELAKUKAN PRAKTIKUM
Hari Tanggal : Selasa, 10 Februari 2015
Waktu : 08.30-10.00
Tempat : Laboratorium kimia SMAN 2 Lamongan

IV.            LANDASAN TEORI                         :
Asidi dan alkalimetri termasuk reaksi netralisasi yakni antara ion hidrogen yang berasal dari asam dengan ion hidroksida yang berasal dari basa untuk menghasilkan air yang bersifat netral. Netralisasi dapat juga dikatakan sebagai reaksi antara pemberi proton (asam) dengan penerima proton (basa).
Asidimetri adalah pengukuran konsentrasi asam dengan menggunakan larutan baku basa, sedangkan alkalimetri adalah pengukuran konsentrasi basa dengan larutan baku asam. Oleh sebab itu, keduanya disebut juga sebagai titrasi asam-basa. Titrasi merupakan proses penentuan konsentrasi suatu larutan dengan mereaksikan larutan yang sudah ditentukan konsentrasinya (larutan standar). Sedangkan titrasi asam-basa adalah suatu titrasi dengan menggunakan reaksi asam-basa (reaksi penetralan). Prosedur analisis pada titrasi asam basa ini adalah dengan titrasi volumetri, yaitu mengukur volume dari suatu asam atau basa yang bereaksi.
Pada saat terjadi perubahan warna indikator, titrasi dihentikan. Indikator berubah warna pada saat titik ekuivalen tercapai. Pada titrasi asam-basa, dikenal istilah titk ekuivalen dan titik akhir titrasi. Titk ekuivalen adalah titik pada proses titrasi ketika asam dan basa tepat habis bereaksi. Untuk mengetahui titik ekuivalen, digunakan indikator. Saat perubahan warna terjadi, saat itu disebut titik akhir titrasi.
Proses penentuan konsentrasi suatu larutan dipastikan dengan tepat dikenal sebagai standarisasi. Suatu larutan standar kadang-kadang dapat disiapkan menggunakan suatu sampel zat terlarut yang diinginkan, yang ditimbang dengan tepat, dalam volume larutan yang diukur dengan tepat. Zat yang memadai dalam hal ini hanya sedikit, disebut larutan standar primer.
Zat yang digunakan untuk larutan standar primer harus memenuhi persyaratan berikut.
1.      Mudah diperoleh dalam bentuk murni maupun dalam keadaan yang diketahui kemurniannya.
2.      Harus stabil.
3.      Zat ini udah dikeringkan, tidak higroskopis sehingga tidak menyerap uap air, tidak menyerap CO2 pada waktu penimbanga.
Larutan yang mempunyai konsentrasi molar yang diketahui, dapat dengan mudah digunakan untuk reaksi-reaksi yang melibatkan prosedur kuantitatif. Kuantitas zat terlarut dalam suatu volume larutan itu, dimana volume itu diukur dengan teliti, dapat diketahui dengan tepat dari hubungandasar berikut ini:
Mol = liter x konsentrasi molar
        atau
                    Mol = mL x konsentrasi molar
Perhitungan-perhitungan stokiometri yang melibatkan larutan yang diketahui molaritasnya bahkan lebih sederhana lagi. Dengan definisi bobot ekuivalen, dua larutan akan bereaksi dengan tepat satu sama lain bila keduanya mengandung gram ekuivalen yang sama. Dalam hubungan ini, kedua normalitas harus dinyatakan dengan satuan yang sama, demikian juga kedua volume.



PRAKTIKUM MENENTUKAN KADAR CUKA PERDAGANGAN
I.       ALAT
1.      Erlenmeyer 25 ml








2.      Pipet tetes
3.      Labu ukur
 








4.      Pipet gondok 25 ml




5.      Buret 25 ml
6.      Gelas kimia
           
7.      Corong gelas
 













II.    BAHAN
1.      NaOH 0,1 M
 









2.      Fenolfatelin

 





3.      Asam cuka perdagangan
 












4.      Aquades
III. CARA KERJA
1.      Menyiapkan semua bahan.

 









2.      Membersihkan semua alat dengan air.

3.     

Mencampur 10 ml cuka dagang dengan 80 ml aquades ke dalam gelas erlenmeyer 100 ml                                                                                                                                                 
4.      Mengambil 10 ml larutan encer (dari erlenmeyer), kemudian masukkan ke dalam labu ukur 10 ml.
5.      Menambahkan 2 tetes indikator fenolfatelin ke dalamnya.
6.      Melakukan titrasi dengan larutan standard NaOH 0,1 M hingga terjadi perubahan warna tepat menjadi merah muda
7.      Mencatat volume NaOH yang dibutuhkan.
IV. PENGAMATAN 
Tritasi
Volume Cuka
Volume NaOH (ml)
1
1 ml
5 ml
2
1 ml
4,5 ml
3
1 ml
4 ml
Rata-rata
1 ml
4,5 ml



No.
Perlakuan
Hasil Pengamatan
1.



2.


3.
5 ml larutan cuka dimasukkan ke dalam labu takar 25 ml dan ditambahkan akuades sampai batas ukur.
Larutan tersebut diambil sebanyak 5 ml dan ditambahkan 1 tetes indikator PP
Larutan dititrasi larutan tersebut dengan larutan standar NaOH
-    Larutan tidak berwarna



-    Larutan tidak berwarna


-    Larutan berwarna merah muda
V awal NaOH = 33 ml
V akhir NaOH = 38 ml
V awal – V akhir = 38 ml – 33 ml = 5 ml

V.    KESIMPULAN
           Dari ketiga percobaan diperoleh 3 volume NaOH yaitu 5 ml, 4,5 ml, dan 4 ml. Untuk menentukan kadar cuka diperlukan volume NaOH yang diperoleh dari rata – rata ketiga volume NaOH, yaitu 4,5 ml. Setelah didapat rata – rata volume NaOH, kita dapat menentukan Molaritas cuka (CH3COOH) yaitu 4,5 M. Dengan Molaritas cuka (CH3COOH) kita dapat menghitung kadar cuka yaitu sekitar 2,7%.

VI. HASIL DISKUSI
1.      Tuliskan reaksi yang terjadi antara asam cuka dengan NaOH!
2.      Hitunglah kadar asam cuka perdagangan (dalam g/100ml)!
Jawab :
1.      CH3COOH(aq)+NaOH(aq) àCH2COONa (aq)+ H2O (l)

2.      V NaOH = 4,5
Kadar NaOH = M2 . V . Mr
                      = 0,1 . 0,1 . 4,5 . 60
                      = 2,7 %




VII.          KETERANGAN GAMBAR :
PARA PENELITI TITRASI ASAM


Percobaan 2
Percobaan 3
Percobaan 1
HASIL PERCOBAAN
 


DAFTAR PUSTAKA

http://ciciihariyani.blogspot.com
Partana, Crys Fajar.2009 dan Wiyarsih, Antuni. Mari Belajar Kimia 2 : Untuk SMAXI IPA. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional

Tidak ada komentar:

Posting Komentar