PENDAHULUAN
I.
JUDUL KEGIATAN
Indokator Buatan dan Alami Larutan
Asam-Basa
II.
WAKTU dan TEMPAT MELAKUKAN PRAKTIKUM
Hari Tanggal : Sabtu, 10 Januari 2015
Waktu : 07.00-08.30
Tempat : Laboratorium kimia SMAN 2 Lamongan
III.
LATAR
BELAKANG
Asam dan basa sudah dikenal sejak
dulu. Istilah asam berasal dari bahasa Latin acetum yang berarti cuka. Istilah basa berasal dari bahasa Arab
yang berarti abu. Basa digunakan dalam pembuatan sabun. Juga sudah lama
diketahui bahwa asam dan basa saling menetralkan. Di alam, asam ditemukan dalam
buah-buahan, misalnya asam nitrat dalam buah jeruk berfungsi untuk member rasa
limun yang tajam. Cuka mengandung asam asetat, dan asam tanak dari kulit pohon
digunakan untuk menyamak kulit. Asam mineral yang lebuh kuat telah dibuat sejak
adab pertengahan. Salah satunya adalah aqua
forti (asam nitrat) yang digunakan oleh para peneliiti untuk memisahkan
emas dan perak. Suatu larutan dapat diketahui sifat asam atau basanya dengan
menggunakan indikator asam-basa, yaitu zat yang mempunyai warna berbeda dalam
larutan asam dan larutan basa. Salah satu contohnya adalah kertas lakmus.
Sedangkan untuk menentukan besarnya
derajat keasaman/pH larutan asam basa dapat digunakan pH meter atau dapat juga
dengan indikator asam-basa yang lain seperti larutan indikator contohnya metil
jingga, metil merah, bromtimol biru, dan fenolptalein serta dapat juga
menggunakan indikator universal. Perubahan warna indikator pada pH tertentu
disebut trayek pH atau jarak pH. Namun indikator tersebut hanya dapat
dipergunakan di laboratorium saja bahkan seperti pH meter sangat jarang
digunakan karena harganya yang tidak terjangkau, oleh karena itu dapat
digunakan indikator alami yang dibuat dari bahan-bahan alami untuk menentukan
apakah sifat suatu larutan asam ataupun basa.
PRAKTIKUM ASAM-BASA INDIKATOR BUATAN
I. ALAT
1. Lumpang
porselen 1 buah
2. Alu
porselen 1 buah

3. Gelas
beker 2 buah

4. Plat
tetes 2 buah

5.
Pipet tetes 5 buah

6. Cutter 1
buah
II. BAHAN
1. Larutan
HCl
2. Larutan
H2SO4
3. Larutan
KOH
4. Larutan
CH3COOH
5. Larutan
H2O
6. Air Jeruk

7. Air sabun

8. Air kapur

9. Larutan Cuka

10. Empedu

III. INDIKATOR
1.
Kertas Lakmus Biru
2.
Kertas Lakmus Merah

IV. CARA
KERJA
1)
Menyiapkan alat dan bahan.

2)
Menumbuk kapur di lumpang porselen,membuat larutan sabun.

3)
Memasukan setiap larutan ke dalam cekungan
pada Plat tetes.


4)
Memasukan kertas lakmus merah ke
dalam cekungan yang berisi larutan.


5)
Mengamati perubahan warna kertas
lakmus.


6)
Melakukan cara ketiga s/d kelim
untuk kertas lakmus biru di plat tetes lain.
V. PENGAMATAN
|
No
|
Bahan
|
Indikator
|
Sifat Larutan
|
|||
|
Lakmus biru
|
Lakmus merah
|
Asam
|
Basa
|
Garam
|
||
|
|
HCl
H2SO4
KOH
CH3COOH
H2O
Air Jeruk
Air sabun
Air kapur
Cuka Empedu
|
Merah
Merah
Biru
Merah
Merah
Merah
Biru
Biru
Merah
Biru
|
Biru
Biru
Merah
Biru
Biru
Biru
Merah
Merah
Biru
Merah
|
V
V
-
V
V
V
-
-
V
-
|
-
-
V
-
-
-
V
V
-
V
|
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
|
VI. KESIMPULAN
Pada larutan
yang bersifat asam, kertas lakmus biru akan berubah menjadi merah dan kertas
lakmus merah tetap berwarna merah.
Pada larutan
yang bersifat basa, kertas lakmus merah akan berubah menjadi biru dan kertas
lakmus biru tetap berwarna biru.
Pada larutan
yang bersifat netral, kertas lakmus biru akan tetap biru dan kertas lakmus
merah tetap berwarna merah.
VII.HASIL DISKUSI
1.
Sebutkan larutan elektrolit yang
merubah lakmus merah. Tulis reaksi ionisasinya!
KOH = K++OH-
Air sabun
Air kapur
Empedu
2.
Sebutkan larutan elektr olit yang
merubah lakmus biru. Tulis reaksi ionisasinya!
HCl = H++Cl-
H2SO4 = H++SO4-2
CH3COOH = CH3COOH
H2O = H++O-2
Air Jeruk
Cuka
3.
Ion apakah yang menyebabkan kertas
lakmus berwarna merah?
Ion H+, karena ion H+
terdapat pada larutan asam yang menyebabkan kertas lakmus berwarna merah.
4.
Ion apakah yang menyebabkan kertas
lakmus berwarna merah?
Ion OH-, karena ion OH-
terdapat pada larutan basa yang menyebabkan kertas lakmus berwarna biru.
VIII. KETERANGAN
GAMBAR :
|
|
PRAKTIKUM ASAM-BASA INDIKATOR ALAMI
I.
ALAT
1.
Lumpang porselen 5
buah
2.
Alu porselen 5 buah

3.

Kertas Penyaring ` 4 buah

Kertas Penyaring ` 4 buah
4.
Gelas beker 4 buah

5.
Plat tetes 4 buah

6.
Pipet tetes 14
buah

7.
Cutter 1 buah
II. BAHAN
1. Larutan
HCl
2. Larutan
H2SO4
3. Larutan
KOH
4. Larutan
CH3COOH
5. Larutan
H2O
6. Air Jeruk

7. Air sabun

8. Air kapur

9. Larutan Cuka

10. Empedu

II.
INDIKATOR
1. Kunyit

2. Bunga
sepatu


3. Bunga
biru

4. Ekstrak
kulit manggis

III.
CARA KERJA
1)
Menyiapkan alat
dan bahan.
Menyiapkan alat
dan bahan.
2)
Menumbuk kapur di lumpang porselen, membuat larutan sabun.

3)
Menumbuk bahan indikator alami
(kunyit, bunga sepatu, bunga biru, ekstrak kulit manggis), memberi air,
menyaring hasil tumbukan untuk diambil ekstraknya.

4)
Memasukan setiap larutan ke dalam cekungan
pada Plat tetes.
Memasukan setiap larutan ke dalam cekungan
pada Plat tetes.
5)
Memasukan bahan indikator alami
(missal : kunyit) ke dalam cekungan yang berisi larutan.

![]() |
6)
Mengamati perubahan warna yang
terjadi pada larutan.

7)
Melakukan
cara keempat s/d keenam untuk indikator alami lain, yaitu bunga sepatu, bunga
biru, ekstrak kulit manggis.
IV.
PENGAMATAN
|
No
|
Bahan
|
Indikator
|
Sifat Larutan
|
|||||
|
Kunyit
|
Bunga
Sepatu
|
Bunga
Biru
|
Kulit manggis
|
Asam
|
Basa
|
Garam
|
||
|
|
HCl
H2SO4
KOH
CH3COOH
H2O
Air Jeruk
Air sabun
Air kapur
Cuka Empedu
|
Kuning
Kuning
Kuning
Kuning
Kuning
Kuning
Coklat
Kuning
Kuning
Coklat
|
Pink
Pink
Ungu
Pink
Ungu
Pink
Hijau
Ungu
Pink
Hijau
|
Coklat
Coklat
Hijau
Coklat
Coklat
CoklatHijau
Hijau
Coklat
Hijau
|
Oranye
Oranye
Kuning
Oranye
Oranye
Oranye
Kuning
Kuning
Oranye
Kuning
|
V
V
-
V
V
V
-
-
V
-
|
-
-
V
-
-
-
V
V
-
V
|
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
|
V.
KESIMPULAN
Indikator alami
juga bisa digunakan dalam percobaan asam-basa, contohnya : kunyit, bunga
sepatu, bunga biru, kulit manggis. Pencampuran antara bahan dengan indikator
akan menghasilkan warna yang berbeda dari aslinya.
Pada larutan
bersifat asam, jika dicampur dengan kunyit akan berwarna kuning, jika dicampur
dengan bunga sepatu warna menjadi pink, jika dicampur bunga biru warna menjadi
coklat, jika dicampur ekstrak kulit manggis warna menjadi oranye.
Pada larutan
bersifat basa, jik a dicampur dengan kunyit akan berwarna coklat, jika dicampur
dengan bunga sepatu warna menjadi ungu, jika dicampur bunga biru warna menjadi
hijau, jika dicampur ekstrak kulit manggis warna menjadi kuning.
VI.
KETERANGAN GAMBAR
|
|
|
|
